Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Penelitian Sebut Siswa Termuda di Kelas Lebih Rentan Didiagnosis ADHD dan Autisme

Penelitian Sebut Siswa Termuda di Kelas Lebih Rentan Didiagnosis ADHD dan Autisme

penelitian-sebut-siswa-termuda-di-kelas-lebih-rentan-didiagnosis-adhd-dan-autisme
Penelitian Sebut Siswa Termuda di Kelas Lebih Rentan Didiagnosis ADHD dan Autisme
service

Jakarta

Beberapa anak di kelas mungkin ada yang tampak lebih cepat gelisah atau sulit fokus dibandingkan dengan teman-temannya. Ternyata, hal ini ada kaitannya dengan posisi mereka sebagai anak termuda di kelas, lho.

Dilansir dari laman Science Daily, penelitian terbaru dari Universitas Nottingham mengungkapkan fakta terkait hal ini. Anak-anak yang lahir sebelum batas usia masuk sekolahnya lebih sering menerima diagnosis Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan autisme.

Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan di jurnal European Child and Adolescent Psychiatry. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana usia anak dapat memengaruhi perilaku mereka di kelas.

Para peneliti lalu mengingatkan orang tua untuk memperhatikan perbedaan usia anak sebelum menilai perilakunya. Dengan begitu, Bunda bisa lebih bijak melihat perkembangan anak di sekolah.

Para ahli meneliti bagaimana menjadi salah satu anak termuda di kelas bisa berkaitan dengan kemungkinan didiagnosis ADHD dan autisme. ADHD sendiri dapat membuat anak sulit fokus dan terkadang terlalu aktif, sementara autisme berkaitan dengan cara anak berkomunikasi dan berinteraksi.

Seorang profesor dari Fakultas Kedokteran di Universitas Nottingham, Kapil Sayal, memberikan pandangan terkait hal ini.

“Tinjauan ini menunjukkan bahwa orang dewasa yang terlibat dalam mengidentifikasi atau menyampaikan kekhawatiran tentang perilaku anak, seperti orang tua dan guru, mungkin secara tidak sengaja salah mengaitkan ketidakdewasaan sebagai gejala ADHD. Usia anak dalam kaitannya dengan teman sekelasnya (usia ‘relatif’ mereka) perlu dipertimbangkan ketika membuat diagnosis semacam ini,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan data yang akurat, para peneliti melakukan pencarian dengan detail terhadap studi di seluruh dunia. Dari 32 studi yang ditemukan, sebagian besar fokus pada ADHD, sementara dua studi lainnya meneliti autisme.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa termuda di kelas lebih mungkin didiagnosis menderita ADHD, Bunda. Mereka juga lebih sering menerima pengobatan untuk kondisi ini dibandingkan dengan teman sekelasnya yang lebih tua.

Sedangkan untuk autisme, anak-anak termuda di kelas juga cenderung lebih sering didiagnosis. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan karena jumlah studi tentang autisme relatif sedikit.

Peran usia anak dan penilaian guru terhadap ADHD

Dikutip dari Science Daily, ternyata ada perbedaan yang cukup mencolok antara cara guru menilai anak-anak yang lebih muda dan cara orang tua menilai mereka.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa anak yang termuda di kelas terkadang memang terlihat lebih gelisah atau sulit fokus dibandingkan dengan teman sekelasnya, Bunda.

Penulis utama studi dari University of Nottingham, Inggris, Dr. Eleni Frisira, mengatakan bahwa guru berperan penting dalam mengenali gejala ADHD pada anak.

“Guru memainkan peran penting dalam mengidentifikasi gejala ADHD pada anak-anak. Temuan kami menunjukkan bahwa mereka cenderung menilai siswa yang lebih muda di kelas memiliki gejala ADHD dibandingkan teman sekelas mereka yang lebih tua. Penting bagi guru untuk didukung dalam mempertimbangkan usia relatif seorang anak di kelas ketika ADHD dipertanyakan,” tuturnya.

Selain itu, penelitian sebelumnya juga sudah menunjukkan kondisi tersebut sejak lama, Bunda. Sayangnya, pengetahuan tentang hal ini belum banyak mengubah cara guru menilai perilaku anak di sekolah.

“Fenomena ini telah ditunjukkan dalam penelitian selama lebih dari satu dekade, tetapi pengetahuan tentang hal ini tampaknya tidak mengubah praktik yang ada,” ujar salah satu penulis makalah asal Inggris, Dr. Josephine Holland.

Itulah penjelasan mengenai penelitian yang menyebut siswa termuda di kelas lebih berisiko didiagnosis ADHD dan autisme.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.