Mubadalah.id – Selama proses persalipnan, keluarnya cairan berwarna merah jambu, atau lendir bercampur darah kecokelatan, adalah kondisi normal.
Tapi bila pasien mengeluarkan darah segar berwarna merah dari dalam vaginanya, berarti plasenta terlepas sebelum waktunya, atau memblokir mulut rahim yang seharusnya terbuka untuk dilewati bayi.
CEPAT! Larikan pasien ke rumah sakit. Kalau mungkin, berikan infus antibiotika di perjalanan.
Proses Persalinan Lambat dan Lama
Bila pasien sudah menjalankan proses persalinan awal selama lebih dari sehari-semalam, atau sudah berusaha mendorong bayi keluar selama lebih dari 2 jam, tanpa muncul tanda-tanda bahwa si bayi akan segera lahir, mungkin ada problema.
Yang harus dilakukan:
Pertama, jika kontraksi tidak muncul tiap 2 atau 3 menit sekali, dan tidak berlangsung selama semenit penuh, mungkin pasien belum siap bersalin. Mintalah ia istirahat, kalau mungkin tidur dulu.
Bila ia merasa sulit tidur, mintalah ia memutar-mutar puting payudara dan berusaha berjalan-jalan pada saat kontraksi berhenti agar bisa mempercepat kelahiran. Mintalah ia minum dan makan sedikit. Sari buah atau teh manis bisa menambah energinya.
kedua, lantaran lama menunggu dan sudah lama berusaha melampaui tahap awal persalinan tanpa ada hasilnya, besar kemungkinan pasien kecapekan. Pasien bisa kehabisan tenaga atau menjadi lemas.
CEPAT! Segera bawa ke rumah sakit.
Mungkin ia butuh obat-obatan tertentu untuk membantunya, atau bahkan perlu operasi.
Air Ketuban Berwarna Kecokelatan dan Kehijauan
Ini bisa berarti bayi dalam kesulitan.
Yang harus dilakukan:
Pertama, bila proses persalinan masih sangat awal, atau bila sang ibu belum mulai mendorong, sebaiknya bayi dilahirkan di rumah sakit saja.
CEPAT! Segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat.
Kedua, bila pasien sudah memasuki Tahap 2, dan bayi akan segera lahir, mintalah pasien berusaha sekuat-kuatnya untuk mendorong bayi agar keluar secepat mungkin.
Begitu kepala bayi keluar, lekas usap mulut dan hidungnya dengan kain bersih, atau gunakan alat penyedot agar lendir tidak memblokir hidung dan mulutnya. Supaya lendir keluar, pegang bayi dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuhnya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 108.





Comments are closed.