Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat bersama Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua dan Kecamatan Tamansari melakukan penyemprotan “water mist” di kawasan Kota Tua, Senin.
Penyemprotan dilakukan di sejumlah titik seperti Jalan Kopi, Jembatan Kota Intan, Taman Kota Intan dan Jalan Kunir Raya, sebagai mitigasi abu vulkanik sebagai dampak erupsi Anak Gunung Krakatau.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri di Jakarta, Senin, menjelaskan, pihaknya mengerahkan satu unit mobil pemadam untuk melakukan penyemprotan water mist, yang dimulai sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
“Kami kerahkan satu unit, tapi mobil melakukan beberapa kali isi ulang menambah volume air untuk disemprotkan,” ujar Suheri saat dikonfirmasi.
Pihaknya siap mengerahkan armada untuk membantu penyemprotan sebagai mitigasi abu vulkanik bila dibutuhkan di wilayah.
“Kegiatan ini setidaknya mengurangi dampak abu vulkanik yang rawan mengganggu kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra, mengharapkan mitigasi abu vulkanik Anak Gunung Krakatau ini mampu meminimalisasi dampak sehingga wisatawan bisa tetap nyaman dan aman saat berkunjung ke Kawasan Kota Tua.
Meski ada kegiatan tersebut, lanjut Denny, kawasan Kota Tua tetap beroperasi normal. Masyarakat dan wisatawan diminta untuk menggunakan masker serta kecamatan sesuai anjuran.
Denny menyebut, pihaknya telah membagi-bagikan masker secara gratis kepada wisatawan dan masyarakat yang berkunjung ke kawasan Kota Tua.
“Kemarin, kami bagikan 1.000 masker secara gratis di Kota Tua. Hari ini rencana kami bagikan lagi 500 masker kepada masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: DKI sebut pengoperasian “water mist” kurangi sebaran abu vulkanik
Baca juga: Pemprov DKI masih lakukan penyemprotan “water mist” hingga besok
Baca juga: DKI lakukan water mist di lima wilayah guna antisipasi abu vulkanik
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.