Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Pohon Asem Keramat di Gresik Diduga Ditebang Ilegal, Warga Sebut Jejak Leluhur Desa Ikut Hilang

Pohon Asem Keramat di Gresik Diduga Ditebang Ilegal, Warga Sebut Jejak Leluhur Desa Ikut Hilang

pohon-asem-keramat-di-gresik-diduga-ditebang-ilegal,-warga-sebut-jejak-leluhur-desa-ikut-hilang
Pohon Asem Keramat di Gresik Diduga Ditebang Ilegal, Warga Sebut Jejak Leluhur Desa Ikut Hilang
service

Ringkasan Berita:

  • Pohon asem tua yang disakralkan warga Desa Petisbenem, Gresik, diduga ditebang secara ilegal.
  • Pohon tersebut selama puluhan tahun menjadi lokasi tradisi haul dan doa untuk Buyut Pupon, leluhur desa.
  • Selain pohon asem, sebanyak 11 pohon trembesi juga dilaporkan ikut ditebang.
  • Polisi telah menerima laporan warga dan kini melakukan penyelidikan terhadap dugaan penebangan liar tersebut.

Gresik (beritajatim.com) – Suasana Telaga Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, mendadak menjadi perbincangan warga setelah sebuah pohon asem tua yang selama puluhan tahun berdiri di kawasan tersebut roboh akibat diduga ditebang secara ilegal. Bagi masyarakat setempat, pohon itu bukan sekadar tanaman besar, melainkan bagian dari sejarah, tradisi, dan identitas desa yang diwariskan turun-temurun.

Pohon asem yang berada di area telaga desa itu selama ini dikenal sebagai lokasi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi warga. Di bawah rindangnya pohon tersebut, masyarakat rutin menggelar berbagai kegiatan tradisi, mulai dari doa bersama hingga rangkaian haul Buyut Pupon yang diyakini sebagai leluhur pembuka Desa Petisbenem.

Menurut cerita yang berkembang di kalangan sesepuh desa, kawasan di sekitar pohon asem tersebut dipercaya menjadi tempat penyimpanan benda-benda pusaka oleh Buyut Pupon pada masa lampau. Keyakinan itulah yang membuat pohon tersebut dihormati dan dijaga keberadaannya oleh masyarakat selama bertahun-tahun.

“Setiap tahun ada kegiatan pamit sebelum haul Buyut Pupon. Sejarahnya buyut desa dulu meletakkan benda pusaka di area pohon asem itu,” ujar Ahsin, warga Desa Petisbenem, Jumat (5/6/2026).

Selain menjadi lokasi kegiatan haul, area pohon asem juga kerap digunakan untuk berbagai tradisi masyarakat seperti walimatul ursy, sedekah bumi, hingga kegiatan pamit dan pengiriman doa. Keberadaannya telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya warga setempat.

Kekecewaan masyarakat semakin besar setelah mengetahui bahwa pohon bersejarah tersebut telah ditebang. Sekitar dua pekan lalu, warga memergoki adanya aktivitas penebangan yang dilakukan secara diam-diam di kawasan telaga desa. Saat didatangi, pohon asem yang selama ini dianggap sebagai simbol sejarah desa sudah dalam kondisi roboh.

Tidak hanya pohon asem yang hilang. Warga juga menemukan sejumlah pohon lain yang ikut ditebang di lokasi yang sama.

“Ada 11 pohon trembesi juga ikut ditebang,” ungkap Ahsin.

Warga sempat mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam aktivitas penebangan tersebut. Namun bagi masyarakat, persoalan ini tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan atau hilangnya pepohonan, melainkan juga menyentuh aspek sejarah dan warisan budaya yang selama ini mereka jaga.

Pemerintah Desa Petisbenem telah memfasilitasi mediasi dengan menghadirkan terduga pelaku, pihak kepolisian, serta unsur TNI dari Koramil Duduksampeyan. Meski demikian, hasil musyawarah tersebut belum mampu menghilangkan kekecewaan warga yang merasa kehilangan salah satu simbol penting desa mereka.

Kapolsek Duduksampeyan, AKP Bakri, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penebangan pohon yang dianggap memiliki nilai sejarah dan disakralkan warga.

“Iya benar ada laporan dari warga terkait dengan penebangan pohon yang disakralkan,” pungkasnya.

Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta dugaan pelanggaran hukum yang terjadi dalam penebangan pohon asem dan sejumlah pohon lainnya di kawasan Telaga Desa Petisbenem. [dny/beq]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.