KABARBURSA.COM – Aktivitas broker besar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan perdagangan pendek 12–15 Januari 2026 memperlihatkan pola belanja yang berulang pada sejumlah saham.
Data broker activity di platform Stockbit menunjukkan terdapat lima saham yang menjadi irisan pembelian lebih dari satu broker utama dalam periode empat hari bursa tersebut.
Kondisi ini terjadi di tengah likuiditas pasar yang tinggi. Nilai transaksi agregat lima broker teratas menembus Rp1,4 triliun, dengan total frekuensi transaksi mencapai lebih dari 7,1 juta kali.
Pemetaan dilakukan dengan mengacu pada broker activity pasar reguler untuk seluruh investor, dengan kriteria saham yang dibeli oleh minimal dua broker besar selama periode yang sama.
Pemetaan mencakup aktivitas lima broker utama dengan total nilai transaksi masing-masing di atas Rp12 triliun.
Dari pemetaan tersebut, lima saham yang masuk irisan pembelian adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Pada saham BUMI, pembelian tercatat dilakukan oleh Stockbit Sekuritas Digital (XL) dengan nilai Rp212,4 miliar, Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp60,5 miliar, serta Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) senilai Rp144,4 miliar. Total pembelian bersih tiga broker tersebut mencapai Rp417,3 miliar.
Di sisi lain, UBS Sekuritas Indonesia (AK) muncul sebagai penjual bersih pada saham yang sama dengan nilai Rp191,6 miliar, menunjukkan adanya transaksi silang antar broker besar selama periode tersebut.
Saham RAJA juga tercatat dibeli oleh lebih dari satu broker. XL membukukan pembelian bersih Rp124,8 miliar, sementara YP mencatatkan pembelian Rp40,0 miliar. Akumulasi pembelian pada saham ini mencapai Rp164,8 miliar.
Pada periode yang sama, AK berada di sisi penjualan dengan nilai Rp182,2 miliar, membentuk pola yang memperlihatkan serapan dan pelepasan berlangsung bersamaan.
Pada ANTM, pembelian tercatat dilakukan oleh AK dengan nilai Rp190,2 miliar dan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) sebesar Rp266,4 miliar. Total pembelian dua broker ini mencapai Rp456,6 miliar.
Sejumlah broker lain tercatat berada di sisi jual pada saham ini, dengan nilai penjualan kumulatif melampaui Rp250 miliar, sehingga aktivitas pada ANTM memperlihatkan pertemuan antara pembelian dan penjualan antar broker besar dalam periode yang sama.
Berbeda dengan saham-saham tersebut, INCO memperlihatkan pola pembelian yang relatif lebih terfokus. CC mencatat pembelian bersih Rp53,2 miliar, sementara ZP menyerap saham INCO senilai Rp155,6 miliar. Total pembelian bersih pada INCO mencapai Rp208,8 miliar.
Saham ini tidak tercatat sebagai penjualan utama pada broker besar lain dalam daftar aktivitas periode tersebut dengan volume pembelian mencapai lebih dari 330 ribu lot.
Saham BRMS juga menunjukkan pola pembelian oleh lebih dari satu broker. YP membukukan pembelian bersih Rp41,9 miliar dan ZP sebesar Rp88,1 miliar. Total pembelian bersih BRMS mencapai Rp130,0 miliar, dengan volume transaksi gabungan lebih dari 1,05 juta lot.
Aktivitas jual pada saham ini tidak muncul dominan pada broker besar lain selama empat hari perdagangan.
Jika dibaca secara horizontal, kelima saham tersebut memperlihatkan variasi pola antar broker. BUMI, RAJA, dan ANTM menunjukkan transaksi silang antara pembelian dan penjualan oleh broker besar yang berbeda, sementara INCO dan BRMS mencatat pembelian yang lebih terfokus dari sisi broker utama.
Dari sisi peran broker, beberapa nama muncul berulang di sisi pembelian pada lebih dari satu saham, sementara broker lain tampil konsisten di sisi penjualan pada saham tertentu.
Lima broker teratas mencatat total nilai transaksi gabungan lebih dari Rp110 triliun selama periode empat hari bursa.
Pola ini mencerminkan dinamika aktivitas broker selama periode empat hari bursa, dengan karakter transaksi yang berbeda pada masing-masing saham. (*)





Comments are closed.