Saya kasih petunjuk ke kabinet yang boleh kita dukung yang harus kita dukung yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif
Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas pembangunan proyek-proyek tambak produktif di berbagai wilayah Indonesia, seusai meninjau langsung operasional Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Sabtu.
“Kita sedang bangun di Waingapu 2.000 hektare kalau di sini 65 hektare kalau di Waingapu 2.000 hektare dan juga sedang dibangun di Gorontalo 200 hektare dan kita sedang bangun di Jawa Barat di Pantura 14 hektar,e” kata Presiden Prabowo mengenai ekspansi proyek tambak, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu.
Berbeda dengan tambak udang di Kebumen, Presiden menjelaskan bahwa proyek di Pantura, Jawa Barat, akan difokuskan pada budidaya ikan. Upaya diversifikasi ini dilakukan agar setiap daerah dapat memberikan kontribusi maksimal dalam penyediaan protein bagi kebutuhan domestik maupun pasar internasional.
Baca juga: Prabowo tinjau panen raya udang di Tambak Budidaya Kebumen
Langkah ekspansi proyek tambak ini dilakukan sebagai upaya strategis untuk menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, serta meningkatkan devisa negara melalui ekspor pangan.
Presiden mengungkapkan bahwa ia telah memberikan arahan tegas kepada jajaran kabinetnya untuk memprioritaskan proyek yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi rakyat.
“Saya kasih petunjuk ke kabinet yang boleh kita dukung yang harus kita dukung yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif,” ujar Presiden.
Menurut Prabowo, definisi produktif dalam pembangunan nasional saat ini memiliki batasan yang jelas. Proyek yang dianggap produktif harus mampu menciptakan lapangan kerja bagi rakyat, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, serta meningkatkan penghasilan masyarakat secara luas.
Presiden pun memaparkan bahwa keberhasilan BUBK Kebumen yang mampu menghasilkan 40 ton per hektare dengan nilai jual mencapai Rp70 juta per ton menjadi contoh nyata produktivitas. Atas dasar itu, pemerintah kini tengah mempercepat pembangunan proyek serupa di sejumlah daerah untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam nasional.
Baca juga: Presiden panen raya udang di Kebumen
Dalam arahannya, Presiden juga menekankan perlunya efisiensi anggaran dalam pembangunan infrastruktur pendukung pemerintahan. Presiden lebih memilih agar anggaran difokuskan pada aktivitas yang menghasilkan produk ketimbang pembangunan kantor-kantor megah yang tidak memiliki dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
”Jadi maaf sekarang kita agak tunda lah bangun banyak kantor. Kantor itu perlu, tapi harus ada aktivitas. Kantor megah produknya nggak ada, lebih baik kantornya tidak begitu bagus tapi produknya bagus hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak, rakyat kita butuh pekerjaan,” tegas Presiden.
Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, yang berlokasi di Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, merupakan proyek strategis nasional yang dibangun selama periode 2022-2023.
Kawasan seluas 100 hektare ini kini telah mengoperasikan 65 hektare lahan yang dilengkapi dengan sistem intake air laut, 139 kolam produksi, serta fasilitas IPAL terintegrasi.
Hingga operasional siklus ke-8, BUBK Kebumen telah mencatatkan total produksi sebesar 1.151.497 kg dengan nilai ekonomi mencapai Rp83,3 miliar dalam bentuk PNBP. Kawasan ini telah menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan menyerap 145 tenaga kerja tetap dan 500 tenaga harian lepas setiap harinya, sekaligus menjadi percontohan modernisasi budidaya udang nasional.
Baca juga: Sapi kurban presiden untuk warga Pulau Terluar Indonesia
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




Comments are closed.