Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang unggulan dunia dengan potensi yang tersebar di sejumlah wilayah, menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Dalam unggahan media sosial resmi yang dikutip di Jakarta, Seskab Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya undang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu.
“Di lokasi tambak dengan luas lahan mencapai 100 hektare, Presiden Prabowo meninjau langsung proses panen udang vannamei hingga kegiatan sortir hasil panen sebelum dipasarkan,” kata Teddy.
Bahkan, katanya, Kepala Negara menyebut saat ini, dengan potensi yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang nomor satu di dunia.
Secara khusus dia menyoroti bahwa BUBK Kebumen memiliki dampak ekonomi signifikan mengingatkan karena kawasan itu memiliki jumlah kolam sebanyak 206 petak dengan nilai produksi kawasan ini mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun.
Tidak hanya itu, kehadiran kawasan budi daya modern itu juga mampu menyerap ratusan tenaga kerja.
Lebih lanjut, katanya, Presiden dalam kesempatan itu juga menekankan bahwa pemerintah sedang melaksanakan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Langkah ekspansi proyek tambak itu dilakukan sebagai upaya strategis untuk menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, serta meningkatkan devisa negara melalui ekspor pangan.
Baca juga: Sempat ada Cs-137, KKP sebut ekspor udang RI ke AS tembus Rp11 triliun
Baca juga: DPR RI nilai budidaya udang vaname dorong investasi di Kepri
Baca juga: KKP pastikan ekspor ikan RI tembus pasar global lewat sertifikat mutu
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




Comments are closed.