Ringkasan:
-
Ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru mencakup nubuatan yang dipandang sudah tergenap, sedang berlangsung, atau belum terwujud.
-
Nubuatan yang digenapi oleh Yesus antara lain Penghancuran Bait Suci, Yerusalem, Kejatuhan Yerusalem, dan Pengkhianatan-Nya.
-
Nubuatan lainnya termasuk Penyangkalan Petrus, Kematian dan Kebangkitannya, Penganiayaan terhadap Pengikutnya, dan penyebaran agama Kristen ke seluruh dunia.
Ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru berisi banyak pernyataan yang dipandang umat Kristiani sebagai nubuatan – beberapa di antaranya diyakini telah terpenuhi, beberapa diyakini sedang dalam proses, dan beberapa masih belum terpenuhi. Apakah hal-hal tersebut dianggap sebagai nubuatan harafiah atau pesan simbolis, atau merupakan persoalan iman, sangatlah subyektif terhadap tradisi dan penafsiran agama. Berikut ini adalah beberapa hal yang paling sering disebutkan dan menurut sebagian besar orang Kristen telah terjadi:
Penghancuran Kuil, Yerusalem

Dalam Injil, Yesus berkata bahwa Bait Suci di Yerusalem akan dihancurkan, tidak meninggalkan satu pun batu di dalamnya. Pada tahun 70 M (sekitar 40 tahun kemudian), Bait Suci Kedua dihancurkan oleh pasukan Romawi dalam pengepungan Yerusalem. Ini adalah salah satu nubuatan paling jelas yang digenapi oleh Yesus dan dilakukan oleh banyak orang.
Kejatuhan Yerusalem

Yesus juga mengancam bahwa tentara akan mengepung Yerusalem dan kota itu akan hancur. Hal ini umumnya dikaitkan dengan kehancuran kota tersebut oleh Romawi pada tahun 70 M, yang mana sebagian besar Yerusalem dihancurkan, dan banyak orang terbunuh atau terpaksa mengungsi.
Pengkhianatannya

Yesus menubuatkan bahwa salah satu muridnya akan mengkhianatinya. Dalam versi Injil, Yudas Iskariot kemudian mengkhianati Yesus dengan menyerahkannya kepada pihak berwenang, sesuatu yang dianggap oleh orang percaya sebagai penggenapan nubuatan tersebut.
Penyangkalan Petrus

Yesus memperingatkan Petrus bahwa dia akan mengkhianatinya tiga kali sebelum ayam berkokok sebelum dia ditangkap. Kisah-kisah Injil mengenai kejadian ini memberikan kisah seperti yang dijanjikan pada malam yang sama.
Kematian dan Kebangkitan-Nya

Yesus berbicara tentang penderitaan, kematian dan kebangkitannya dalam tiga hari dalam berbagai kesempatan. Umat Kristen merasa bahwa nubuatan ini terwujud dalam peristiwa penyaliban dan kebangkitan dalam Perjanjian Baru.
Penganiayaan terhadap Pengikut

Yesus memperingatkan para murid bahwa mereka akan dianiaya karena agama mereka. Sejarah umat Kristen mula-mula mengungkapkan bahwa banyak orang beriman yang dipenjarakan, diasingkan, dan mati syahid, yang dipahami banyak orang sebagai aktualisasi dari peringatan ini.
Namun, Injil Tidak Selalu Benar Disebarkan ke Seluruh Dunia

Yesus mengatakan kepadanya bahwa dia akan menyampaikan pesannya kepada dunia. Akhirnya agama Kristen menyebar lebih jauh dari Yudea dan menjadi salah satu agama terbesar di dunia, sebuah ramalan lain yang diklaim oleh orang-orang percaya telah menjadi kenyataan.
Mesias Palsu Dan Nabi Palsu

Yesus memperingatkan bahwa akan muncul nabi-nabi palsu dan pemimpin agama yang tidak jujur. Sepanjang sejarah hal ini telah berulang kali dinyatakan telah terjadi, dan nubuatan ini adalah salah satu nubuat yang dianggap oleh banyak orang Kristen sebagai hal yang terus digenapi.
Perpecahan dan Konflik

Yesus juga menubuatkan peperangan, kerusuhan dan perpecahan di antara bangsa-bangsa. Sebagian besar peringatan ini ditafsirkan oleh sebagian besar orang di dunia pada berbagai waktu sebagai alasan mengapa konflik terus terjadi secara global, namun sebagian besar penafsirannya cenderung bersifat luas dan simbolis.
Masalah Iman dan Interpretasi

Patut dicatat bahwa penggenapan nubuat berkaitan erat dengan kepercayaan. Para sejarawan mungkin mempunyai pemahaman yang berbeda mengenai ayat-ayat ini dibandingkan para penganut agama, dan terdapat beberapa perdebatan mengenai waktu, simbolisme, dan konteks sejarah dari beberapa prediksi tersebut. Namun, bagi orang Kristen, hal ini sering kali dianggap sebagai penegasan yang kuat terhadap ajaran dan otoritas ilahi Yesus.





Comments are closed.