Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Puring yang Dianggap Jadul, Kini Kembali Beken di Kalangan Pencinta Tanaman Hias

Puring yang Dianggap Jadul, Kini Kembali Beken di Kalangan Pencinta Tanaman Hias

puring-yang-dianggap-jadul,-kini-kembali-beken-di-kalangan-pencinta-tanaman-hias
Puring yang Dianggap Jadul, Kini Kembali Beken di Kalangan Pencinta Tanaman Hias
service

Puring yang Dianggap Jadul, Kini Kembali Beken di Kalangan Pencinta Tanaman Hias


Beberapa tahun lalu, tanaman puring sering dipandang sebelah mata. Banyak orang mengenalnya sebagai tanaman pagar atau penghias area makam. Namun pada 2026, puring kembali populer dan mulai ramai menghiasi teras rumah, sudut kafe, hingga konten media sosial pecinta tanaman hias.

Tanaman bernama ilmiah Codiaeum variegatum itu mendadak kembali dicari karena tampilannya yang mencolok. Dalam satu pohon, daun puring bisa memunculkan campuran warna hijau, kuning, merah, oranye, bahkan ungu sekaligus. Bentuk daunnya pun tidak kalah unik. Ada yang panjang melintir, bergelombang, kecil ramping seperti pita, hingga lebar dengan corak menyerupai lukisan abstrak.

Di tengah tren rumah hijau dan gaya hidup slow living, tanaman puring seperti menemukan momentum barunya. Banyak orang mulai menjadikan tanaman hias sebagai bagian dari relaksasi sekaligus dekorasi alami di rumah. Puring pun masuk ke daftar tanaman yang dianggap mampu membuat suasana rumah terasa lebih hidup tanpa perlu perawatan yang terlalu rumit.

Dari Tanaman “Jadul” Jadi Koleksi Mahal

Kembalinya tren puring membuat banyak kolektor tanaman hias mulai berburu varietas tertentu. Beberapa jenis bahkan dijual dengan harga cukup tinggi karena warna dan bentuk daunnya dianggap unik. Tidak sedikit penghobi tanaman yang sengaja mengoleksi beberapa jenis puring sekaligus untuk menciptakan tampilan taman yang lebih ramai warna.

Padahal dulu, puring termasuk tanaman yang jarang dilirik. Citra sebagai tanaman makam membuat popularitasnya kalah jauh dibanding monstera, philodendron, atau aglaonema. Namun tren tanaman hias memang selalu berputar. Ketika masyarakat mulai mencari tanaman yang tahan panas, mudah dirawat, dan tetap mencolok secara visual, puring kembali mendapat perhatian.

Tanaman tropis ini memang cocok dengan iklim Indonesia. Puring menyukai cahaya matahari yang cukup agar warna daunnya tetap cerah. Semakin banyak sinar matahari yang diterima, biasanya warna daun akan terlihat semakin tajam dan kontras. Sebaliknya, jika terlalu lama berada di tempat gelap, warna daunnya bisa memudar.

Perawatannya juga relatif sederhana. Penyiraman rutin tetap diperlukan, tetapi media tanam tidak boleh terlalu basah karena akar puring cukup sensitif terhadap genangan air. Banyak penghobi tanaman menyebut puring sebagai tanaman “bandel” karena mampu bertahan di cuaca panas sekalipun.

Ternyata Sudah Lama Dipakai sebagai Tanaman Herbal

Yang menarik, puring ternyata bukan hanya dikenal sebagai tanaman hias. Mengutip informasi dari IPB University, tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoida, alkaloida, saponin, terpenoida, dan tanin. Kandungan tersebut membuat puring sudah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di sejumlah wilayah tropis.

Di Fiji, Papua Nugini, Hawai, hingga beberapa daerah di Bangladesh, masyarakat memanfaatkan bagian tertentu dari tanaman puring untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Rebusan daun mudanya dipercaya membantu memperlancar keluarnya keringat. Ada pula yang menggunakan daun puring tumbuk untuk meredakan sakit perut ringan.

Ranting mudanya juga dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai ramuan untuk membantu mengatasi cacingan dan meningkatkan nafsu makan. Sementara akarnya dipercaya membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit.

Meski begitu, penggunaan tanaman puring sebagai herbal tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Tidak semua orang memahami cara pengolahan tanaman obat yang benar. Beberapa jenis puring juga memiliki getah yang dapat menyebabkan iritasi kulit pada sebagian orang.

Karena itu, IPB University mengingatkan bahwa penggunaan tanaman herbal sebaiknya tetap memperhatikan prosedur yang tepat dan idealnya dikonsultasikan dengan ahli kesehatan terlebih dahulu.

Di tengah tren tanaman hias yang terus berubah cepat, puring membuktikan bahwa tanaman yang dulu dianggap biasa saja ternyata bisa kembali naik daun. Dari tanaman pagar hingga koleksi favorit pecinta urban gardening, puring kini berhasil mengubah citranya menjadi salah satu tanaman hias paling mencolok di 2026.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.