Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis

Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis

rahmatan-lil-‘alamin-sebagai-landasan-perdamaian-dan-tanggung-jawab-ekologis
Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis
service

Mubadalah.id – Konsep rahmatan lil ‘alamin dalam perspektif Mubadalah juga menegaskan pentingnya komitmen terhadap perdamaian dan kelestarian lingkungan.

Prinsip rahmat menolak kekerasan, perang, dan kebencian yang mengatasnamakan agama karena dinilai bertentangan dengan misi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Perdamaian dalam kerangka ini tidak dimaknai sekadar ketiadaan konflik, melainkan hasil dari relasi yang adil, dialogis, dan saling menghormati. Negara yang kuat tidak boleh menindas negara lemah, sebagaimana kelompok mayoritas tidak boleh membungkam minoritas.

Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun jembatan lintas identitas serta mencegah radikalisme yang merusak kehidupan bersama.

Dimensi rahmat juga mencakup relasi manusia dengan alam. Lingkungan dapat kita pahami bukan sebagai objek eksploitasi tanpa batas, melainkan bagian dari amanah yang harus kita jaga.

Kerusakan ekologis seperti pencemaran, deforestasi, dan krisis iklim kerap muncul akibat penyalahgunaan kekuasaan ekonomi dan politik.

Karena itu, nilai rahmat menuntut pengendalian keserakahan serta pemanfaatan teknologi dan modal untuk menjaga keberlanjutan bumi.

Pendekatan ini menekankan bahwa tanggung jawab ekologis merupakan bagian integral dari ajaran Islam. Laki-laki dan perempuan memiliki peran bersama dalam merawat lingkungan agar tetap layak huni bagi generasi mendatang. Sebab, upaya pelestarian alam merupakan bentuk ibadah yang bernilai pahala.

Selain itu, secara konseptual, rahmatan lil ‘alamin bisa kita pahami sebagai visi Islam yang menyeluruh dan transformatif. Prinsip ini menuntut keadilan dalam keluarga, perlindungan bagi kelompok rentan, pengendalian kekuasaan, perdamaian, serta tanggung jawab ekologis.

Dengan demikian, rahmat tidak berhenti pada wacana teologis. Melainkan hadir sebagai komitmen etis yang harus seluruh makhluk rasakan bersama. []

Sumber Tulisan: Rahmatan lil ‘Alamin dalam Paradigma Mubadalah

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.