Sun,16 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Rais Aam PBNU: Puasa Perisai Spiritual Umat

Rais Aam PBNU: Puasa Perisai Spiritual Umat

rais-aam-pbnu:-puasa-perisai-spiritual-umat
Rais Aam PBNU: Puasa Perisai Spiritual Umat
service

Surabaya, NU Online Jatim

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menyampaikan bahwa ibadah puasa merupakan sebuah perisai atau baju anti peluru bagi spiritual umat Muslim. Keterangan itu mengutip sebuah hadits Rasulullah: ‘As-shiyamu junnatun’ (puasa adalah perisai).

“Di akhir Ramadhan ini, kita seharusnya semakin percaya diri sebagai Muslim karena perisai kita semakin kuat,” ujarnya dalam acara Buka Bersama Ramadhan 1447 H yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kegiatan itu dipusatkan di Aula KH M Hasyim Asy’ari, Gedung PWNU Jatim, Ahad (15/03/2026).

Mustasyar PWNU Jatim itu menjelaskan, setelah melewati puluhan hari di bulan Ramadhan, seorang mukmin seharusnya merasa lebih percaya diri dan aman dari godaan nafsu maupun rintangan hidup.

“Sebab, puasa itu melatih kesadaran batin yang membuat pelakunya semakin tangguh dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadhan sering disebut sebagai Syahrun Intishar, yakni bulan kemenangan. Dalam sejarah Islam, banyak peristiwa besar dan kemenangan penting terjadi pada bulan suci ini. Ia merinci setidaknya 10 peristiwa besar Islam yang dimenangkan pada bulan Ramadhan.

“Mulai dari Perang Badar, Fathu Makkah, hingga kemenangan umat Islam di wilayah yang kini dikenal sebagai Portugal. Narasi ini untuk mematahkan anggapan bahwa puasa bersifat kontraproduktif terhadap produktivitas kerja manusia,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga NU menjadikan semangat kemenangan Ramadhan sebagai energi untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat persatuan, serta memperbesar kontribusi bagi umat dan bangsa.

“Karena bulan Ramadhan bukanlah bulan untuk bermalas-malasan, melainkan bulan kemenangan,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah Surabaya ini. 

Dirinya juga menceritakan dialog antara Khalifah Umar bin Khattab dan sahabat Ubay bin Ka’ab mengenai hakikat takwa. Menurutnya, ketakwaan yang dimiliki umat Islam melalui ibadah puasa hendaknya dipungkasi dengan pahala yang berlipat.

“Ketakwaan yang sudah kita miliki melalui puasa ini harus ditutup dengan kehati-hatian dan kewaspadaan,” pungkasnya.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.