Jakarta, Arina.id—Kembali, Program unggulan Presiden Prabowo Subianto Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat Ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mengalami keracunan makanan.
Para santri mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari program makan bergizi gratis (MBG). Pihak pesantren menyebut makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut merupakan paket MBG yang dikirim oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
Ketua Asrama Putra Ponpes Manbaul Hikam, Ferdiansyah, menyusul munculnya informasi yang menyebut makanan dari dapur pondok menjadi penyebab ratusan santri mengalami keluhan kesehatan.
“Kami luruskan kembali, ini murni kesalahan dari SPPG. Bukan makanan dari pondok pesantren seperti yang beredar. SPPG Tanggulangin,” ujar Ferdiansyah dikutip dari Radar Sidorarjo, Rabu (2/9).
Menurut Ferdiansyah, para santri mengonsumsi makanan MBG sekitar pukul 13.00. Setelah itu, aktivitas santri masih berjalan normal, termasuk mengikuti salat Ashar berjamaah.
Namun, kondisi mulai berubah ketika para santri kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar selepas salat Ashar. Sekitar pukul 16.10, sejumlah santri MTs dan MA mulai mengeluhkan sakit perut, mual, hingga pusing.
“Pada jam pelajaran pertama waktu ba’da Ashar sekitar pukul 16.10 banyak yang melapor dari santri MTs dan MA mengeluhkan sakit perut, mual dan kepala pusing,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dirilis, Selasa (1/9) jumlah santri yang mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan mencapai 431 orang, dengan perincian sebagai berikut: RSUD RT Notopuro: 267 korban, RS Delta Surya: 14 korban, RS Siti Hajar: 57 korban , RS Pusura: 13 korban, RS Porong: 8 korban, RS Fatimah: 30 korban , RS Klinik Azka: 8 korban.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, membantah kabar yang sempat beredar mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa keracunan massal akibat MBG ini.
“Tolong juga, tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal,” tegasnya.
Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, memastikan dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin yang menyuplai MBG ke pesantren itu telah di-suspend sementara oleh BGN pusat pascakejadian.
“Sementara ini karena memang sementara di-suspend, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara,” ujarnya.
Mengenai jangka waktu penghentian sementara operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin ini, Teguh mengatakan keputusan akhir menunggu hasil evaluasi dan uji sampel laboratorium.
“Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah disuspennya suspend sementara atau suspend permanen,” pungkasnya.
Desak Evaluasi
Sekretaris Jenderal Komnas PA Jatim Jaka Prima mendesak pemerintah bersama instansi terkait melakukan audit menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya yang beroperasi di wilayah Sidoarjo.
“Evaluasi tidak cukup hanya diarahkan kepada satu dapur penyedia makanan,” katanya.
Pemeriksaan dinilai perlu dilakukan terhadap pelayanan SPPG secara lebih luas untuk memastikan setiap unit menjalankan standar kebersihan, sanitasi, penyimpanan, pengolahan hingga distribusi makanan secara benar.
Komnas PA Jatim juga menyoroti persoalan sertifikat laik higiene sanitasi atau SLHS yang dinilai menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak.
“Tentu kami mempertanyakan keseriusan SPPG dalam melayani anak-anak atau para Santri Jangan sampai anak-anak dijadikan kelinci percobaan tanpa mempertimbangkan keamanan dan kesehatan makanan yang disajikan,” tegas Jaka.





Comments are closed.