Arina.id — Jalan-jalan di Taheran kembali dipenuhi baliho dan mural bernada keras terhadap Amerika Serikat dan Israel. Salah satu gambar bahkan menampilkan Presiden AS Donald Trump terbaring di dalam peti mati, sementara sejumlah baliho lainnya menggambarkan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pesan propaganda yang menentang kedua negara tersebut.
Rangkaian gambar itu didokumentasikan Reuters di berbagai lokasi di ibu kota Iran dalam beberapa bulan terakhir. Foto-foto tersebut memperlihatkan bagaimana ruang publik Taheran digunakan untuk menyampaikan pesan politik dan propaganda di tengah ketegangan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Salah satu baliho yang dipasang di Taheran pada 23 Juli 2026 menampilkan sosok Trump terbaring di dalam peti mati. Reuters juga mendokumentasikan baliho lain yang menampilkan Trump bersama Netanyahu pada sebuah bangunan di ibu kota Iran.
Di lokasi lain, gambar-gambar anti-Amerika dan anti-Israel terlihat berdampingan dengan simbol-simbol militer Iran. Sebuah baliho di kawasan Azadi Square, misalnya, menampilkan Trump di samping sistem rudal Iran. Gambar tersebut didokumentasikan pada 30 Juli 2026.
Pesan serupa juga terlihat pada mural dan baliho yang telah muncul sejak beberapa bulan sebelumnya. Reuters mencatat adanya mural anti-Amerika di jalanan Tehran serta gambar yang menggambarkan kerusakan Patung Liberty, simbol Amerika Serikat. Ada pula baliho yang menampilkan bendera Amerika dan Israel di atas deretan peti mati.
Propaganda di ruang publik Tehran
Pemandangan tersebut menunjukkan bahwa konflik politik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tidak hanya disampaikan melalui pernyataan pejabat atau media pemerintah. Pesannya juga hadir secara terbuka di ruang publik melalui karya visual berukuran besar yang mudah dilihat masyarakat.
Dalam rangkaian foto Reuters, terdapat pula baliho yang menampilkan gambar keluarga Trump di sebuah bangunan di Tehran. Foto tersebut diambil pada 15 Juli 2026.
Reuters menyebut rangkaian baliho dan mural tersebut sebagai bentuk pesan yang secara langsung menyasar Trump dan Israel. Materi visual itu mencakup penggambaran Trump dalam peti mati hingga simbol-simbol yang menggambarkan permusuhan terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Bukan hanya Trump. Netanyahu juga muncul dalam sejumlah materi propaganda yang dipasang di Taheran. Salah satu foto Reuters memperlihatkan baliho besar pada sebuah bangunan yang menampilkan Trump dan Netanyahu secara bersamaan.
Rudal Iran Ikut Jadi Simbol
Pesan anti-AS dan anti-Israel tersebut juga kerap dipadukan dengan simbol kekuatan militer Iran. Reuters mendokumentasikan sebuah baliho besar bergambar rudal-rudal Iran pada 15 Maret 2026. Visual semacam ini memperlihatkan bahwa pesan propaganda di ruang publik Tehran tidak hanya berisi kecaman politik, tetapi juga menonjolkan kemampuan militer Iran.
Kehadiran gambar rudal, bendera, tokoh politik, dan simbol kematian dalam satu lanskap visual membuat jalanan Tehran menjadi semacam ruang komunikasi politik terbuka. Pesan yang disampaikan tidak ditujukan hanya kepada masyarakat Iran, tetapi juga menjadi sinyal visual kepada lawan-lawan Tehran.
Rangkaian foto Reuters yang dipublikasikan pada 21 Agustus 2026 memperlihatkan bahwa baliho dan mural tersebut masih menjadi bagian dari lanskap ibu kota Iran. Reuters mengambil sejumlah gambar pada Juli 2026, sementara beberapa materi lainnya berasal dari periode sebelumnya pada 2026.
Dengan demikian, gambar Trump dalam peti mati bukan sekadar satu baliho yang berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari rangkaian propaganda visual yang lebih luas di Tehran, yang secara konsisten menggambarkan Amerika Serikat dan Israel sebagai musuh Iran.




Comments are closed.