Fri,10 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. RI prihatin pakta nuklir New START berakhir, desak AS-Rusia berunding

RI prihatin pakta nuklir New START berakhir, desak AS-Rusia berunding

ri-prihatin-pakta-nuklir-new-start-berakhir,-desak-as-rusia-berunding
RI prihatin pakta nuklir New START berakhir, desak AS-Rusia berunding
service

Jakarta (ANTARA) – Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas berakhirnya perjanjian pembatasan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia, serta mendesak kedua negara tersebut untuk segera berunding demi menjaga pembatasan senjata nuklir.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, berakhirnya Perjanjian Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis (New START) pada Kamis (5/2) menambah ketidakpastian situasi keamanan global.

“Indonesia mendesak AS dan Rusia untuk melanjutkan perundingan mengenai pembaruan pembatasan dan pengurangan senjata ofensif strategis,” menurut keterangan tertulis Kemlu RI melalui media sosial X, dipantau di Jakarta, Minggu.

Mengingat berakhirnya New START bermakna kedua negara tersebut tak lagi dibatasi perihal senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak awal 1970-an, Indonesia turut mendorong kedua negara besar tersebut untuk menjaga jalur komunikasi yang esensial untuk mencegah salah perhitungan dan eskalasi.

Disampaikan Kemlu RI, berakhirnya perjanjian tersebut meningkatkan risiko dimulainya kembali perlombaan senjata baru dan penggunaan senjata nuklir, serta “menegaskan urgensi kemajuan nyata dalam pelucutan senjata nuklir”.

Indonesia memandang risiko yang ditimbulkan oleh senjata nuklir mengancam kelangsungan hidup dan masa depan umat manusia, sebab setiap penggunaannya akan menimbulkan dampak kemanusiaan yang katastropik, kata Kemlu RI.

Karena itu, Indonesia menyerukan kepada AS dan Rusia, serta negara-negara pemilik senjata nuklir lainnya, untuk mencegah perlombaan senjata baru.

Indonesia juga mendesak negara pemilik senjata nuklir untuk memenuhi kewajiban hukum berdasarkan Pasal VI Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) demi mencapai penghapusan total senjata nuklir dari muka Bumi, demikian Kemlu RI.

New START merupakan kesepakatan dengan periode 10 tahun yang ditandatangani oleh AS dan Rusia, dan mulai berlaku efektif mulai 5 Februari 2011. Kedua negara sepakat memperpanjang kesepakatan itu selama 5 tahun pada 2021.

Per Januari 2025, diketahui Rusia memiliki 4.309 hulu ledak nuklir, dan AS memiliki 3.700. Sementara, Prancis dan Inggris, yang merupakan sekutu AS yang terikat perjanjian, masing-masing memiliki 290 dan 225, dan China memiliki sekitar 600.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Kamis menyatakan keinginannya merundingkan perjanjian nuklir yang lebih baik daripada New START, tetapi ia bersikeras bahwa China juga harus ikut dalam perjanjian nuklir yang baru.

Baca juga: China harap AS lanjutkan kesepakatan pengendalian nuklir dengan Rusia

Baca juga: Tolak perpanjang New START, Trump mau perjanjian nuklir baru

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.