Jakarta, NU Online
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) menghadirkan layanan konsultansi bagi pesantren melalui Digdaya Pesantren. Layanan konsultansi ini dapat dimanfaatkan pesantren secara gratis untuk mendapatkan pendampingan profesional sesuai kebutuhan pengembangan pesantren.
Layanan tersebut diluncurkan dalam rangkaian Gerakan Nasional Pesantrenku Aman ke-25 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari pengembangan ekosistem Digdaya Pesantren sebagai sistem pendataan dan administrasi pesantren NU yang terpusat dan terintegrasi.
Melalui layanan ini, pesantren tidak harus menghadapi sendiri berbagai persoalan teknis dalam proses pembangunan maupun pengembangan lembaga. Pesantren dapat terhubung dengan konsultan profesional untuk memperoleh masukan dan pendampingan sesuai kebutuhan.
Pada tahap awal, layanan konsultansi mencakup sejumlah kebutuhan seperti infrastruktur, perizinan, dan konstruksi. Ke depan, cakupan layanan akan terus dikembangkan ke berbagai bidang lain yang dibutuhkan pesantren, termasuk kesehatan lingkungan, pengembangan usaha, kemitraan, serta bidang pengembangan lainnya.
Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev mengatakan, kehadiran layanan konsultansi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan dukungan profesional yang lebih mudah diakses oleh pesantren.
“Pesantren membutuhkan pendampingan yang profesional dalam mengembangkan infrastrukturnya. Karena itu, melalui platform ini, pesantren dapat berkonsultasi langsung dengan para ahli sesuai kebutuhan, sehingga pembangunan dan pengembangan pesantren dapat dilakukan dengan lebih terarah dan sesuai standar,” ujar Kiai Hodri.
Layanan konsultansi tersebut terintegrasi dengan platform Digdaya Pesantren, sehingga kebutuhan pesantren dapat dihubungkan dengan berbagai layanan dan sumber daya yang tersedia dalam ekosistem tersebut.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari kerja sama PBNU dan Inkindo yang mencakup dukungan lintas keahlian bagi pengembangan pesantren dan entitas di lingkungan PBNU. Ruang lingkupnya tidak terbatas pada infrastruktur, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas, pengembangan SDM, tata kelola, digitalisasi, ekonomi, serta bidang-bidang pengembangan lainnya.
Ketua Umum Inkindo Erie Heryadi menyampaikan bahwa Inkindo siap mendukung PBNU dalam pengembangan pesantren, khususnya melalui keahlian para konsultan profesional.
“Inkindo siap untuk membantu PBNU dalam hal mendesain pesantren yang sesuai dengan standar yang ada, yang bagus, yang baik, yang kuat, yang kokoh,” ujarnya.
Selain konsultansi, kerja sama tersebut juga membuka kesempatan bagi santri untuk memperoleh pengalaman di dunia profesional melalui kerja praktik.
“Menjadi tempat kerja praktik bagi para santri yang ingin kerja praktik di dunia pekerjaan,” lanjut Erie.
Cara mengakses layanan konsultansi
Pesantren yang membutuhkan konsultasi dapat menghubungi nomor WhatsApp layanan konsultansi +62 851-1150-1926.
Caranya cukup menghubungi nomor tersebut melalui WhatsApp seperti biasa, kemudian menyampaikan kebutuhan atau persoalan yang ingin dikonsultasikan. Pesantren dapat menjelaskan bidang yang dibutuhkan, misalnya terkait desain atau pembangunan infrastruktur, perizinan, konstruksi, maupun kebutuhan pengembangan lainnya.
Selanjutnya, kebutuhan tersebut akan diarahkan kepada konsultan yang sesuai dengan bidangnya.
Dengan hadirnya layanan ini, Digdaya Pesantren tidak hanya menjadi sistem pendataan dan administrasi pesantren, tetapi juga menjadi penghubung antara pesantren dengan berbagai keahlian, layanan, program, dan sumber daya profesional yang dapat mendukung pengembangan pesantren.
Layanan konsultansi ini diharapkan memudahkan pesantren memperoleh pendampingan sejak tahap perencanaan, sehingga setiap proses pengembangan lembaga dapat dilakukan secara lebih matang, profesional, aman, dan sesuai kebutuhan pesantren.





Comments are closed.