Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Robot Anjing “Vulkanolog” Resmi Mendaki Etna, Siap Prediksi Letusan Lebih Akurat!

Robot Anjing “Vulkanolog” Resmi Mendaki Etna, Siap Prediksi Letusan Lebih Akurat!

robot-anjing-“vulkanolog”-resmi-mendaki-etna,-siap-prediksi-letusan-lebih-akurat!
Robot Anjing “Vulkanolog” Resmi Mendaki Etna, Siap Prediksi Letusan Lebih Akurat!
service


Foto: CNN

Teknologi.id – Eksplorasi gunung berapi aktif adalah salah satu pekerjaan paling berbahaya di muka bumi. Namun, di Gunung Etna, Italia—salah satu gunung berapi paling aktif dan gejolaknya paling sulit ditebak di dunia—tugas mematikan yang biasanya diemban oleh manusia ini kini mulai diambil alih oleh mesin cerdas.

Sebuah tim peneliti internasional dari Jerman, Inggris, dan Italia baru saja mengumumkan keberhasilan uji coba lapangan terhadap unit robot berkaki empat (quadruped) yang dimodifikasi khusus. Robot yang dijuluki sebagai “Anjing Vulkanolog” ini sukses mendaki hingga ke bibir kawah aktif Etna di ketinggian 3.300 meter, sebuah zona merah yang sangat berisiko bagi nyawa manusia.

Mengapa Harus Robot Anjing?


Foto: Facebook/Jelajah Bumi

Selama ini, pemantauan gunung berapi mengandalkan drone (terbang) atau rover (beroda). Namun, keduanya punya kelemahan. Drone sulit terbang stabil di tengah turbulensi udara panas kawah, sementara rover beroda sering tersangkut di medan bebatuan vulkanik yang tajam dan tidak rata.

Di sinilah keunggulan robot berkaki empat. Dengan meniru biomekanik hewan, robot ini memiliki kelincahan luar biasa.

  • Keseimbangan Adaptif: Kaki-kaki mekanisnya dikendalikan oleh AI yang mampu menyeimbangkan diri secara real-time saat memanjat tumpukan batu lahar yang gembur atau licin.

  • Ketahanan Ekstrem: Tubuh robot ini telah dilapisi material pelindung panas khusus untuk menahan suhu tanah di sekitar kawah yang bisa melelehkan sol sepatu bot pendaki biasa.

Baca juga: DELL-E: Robot Pengantar Paket BRIN yang Bisa Masuk Area Terlarang!

Misi Utama: “Mencium” Gas Beracun

Misi robot ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan membawa muatan ilmiah yang krusial. Punggung robot ini dipasangi serangkaian sensor canggih, termasuk spektrometer massa dan “Hidung Elektronik”.

Tujuannya adalah untuk menganalisis gas vulkanik secara close-up. Sebelum gunung meletus, komposisi gas yang keluar dari perut bumi (seperti perbandingan Sulfur Dioksida dan Karbon Dioksida) biasanya berubah drastis.

  • Data Real-Time: Robot ini mampu menghirup sampel udara tepat di sumber keluarnya gas (fumarol) dan mengirimkan data analisis ke tim ilmuwan di jarak aman dalam hitungan detik.

  • Presisi Tinggi: Data yang diambil dari jarak dekat ini jauh lebih akurat dibandingkan data satelit, memungkinkan algoritma prediksi letusan bekerja lebih presisi.

Baca juga: Robot GrowHR: Humanoid Lunak yang Bisa Menyusut, Berenang, dan Jalan di Atas Air

Harapan Baru Mitigasi Bencana

Keberhasilan uji coba di Etna pada Februari 2026 ini menjadi tonggak sejarah baru. Para ahli vulkanologi kini memiliki “mata dan hidung” baru yang bisa dikirim ke tempat yang mustahil dijangkau manusia.

Profesor yang memimpin proyek ini menyatakan bahwa tujuan akhirnya adalah menyelamatkan nyawa. Dengan prediksi yang lebih cepat dan akurat, peringatan dini evakuasi bagi penduduk di kaki gunung bisa dikeluarkan lebih awal. Ke depan, teknologi ini diharapkan bisa diadopsi untuk memantau gunung-gunung api berbahaya di Cincin Api Pasifik, termasuk di Indonesia seperti Gunung Merapi atau Semeru.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(WN/ZA)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.