Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Sisi lain sosok Adam Malik lewat sapuan kuas

Sisi lain sosok Adam Malik lewat sapuan kuas

sisi-lain-sosok-adam-malik-lewat-sapuan-kuas
Sisi lain sosok Adam Malik lewat sapuan kuas
service

Jakarta (ANTARA) – “…perhatian saya terhadap seni lukis nasional, yang berawal sebelum masa kemerdekaan pun, telah senantiasa terdorong bukan saja oleh apresiasi dari segi seni saja, tapi juga karena kesadaran betapa vitalnya daya seni lukis itu sebagai salah satu ekspresi cita-cita perjuangan nasional bangsa Indonesia dari zaman ke zaman,” demikian kata Adam Malik dalam buku “Lukisan-lukisan Koleksi Adam Malik, Wakil Presiden Republik Indonesia”, 1978.

Adam Malik (1917–1984) dikenal sebagai aktivis anti-kolonial, jurnalis dan salah satu pendiri Kantor Berita ANTARA, diplomat, dan kemudian Wakil Presiden Indonesia periode 1978-1983.

Namun, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa ia juga kolektor seni. Dia membangun koleksi, yang kemudian disebut Koleksi Adam Malik, melalui persahabatan dengan para seniman, seperti S Sudjojono sejak 1940-an, yang merupakan tokoh kunci seni rupa modern Indonesia dan diberi sebutan “Bapak Seni Lukis Indonesia Modern”.

Adam Malik bersahabat dengan para seniman, antara lain di Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi), Seniman Indonesia Muda (SIM), Pelukis Rakyat, bahkan dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra).

Jaringan persahabatan itulah yang kemudian membantunya membangun koleksi seni, khususnya lukis, sejak 1949. Kedekatan Adam Malik dengan peristiwa bersejarah dan dengan para senimannya membentuk koleksi lukisan yang khas.

Beberapa lukisan yang dia koleksi merekam kisah-kisah intim masyarakat yang berada dalam transisi antara tradisi dan modernitas, identitas dan perjuangan sosial di masa awal era Orde Baru.

Melalui pameran “The Adam Malik Collection” di Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK) Jakarta pada 15-23 Agustus 2026, kurator Farah Wardani dan Amir Sidharta memperlihatkan kekhasan koleksi lukisan sang diplomat kepada publik. Pameran ini, sekaligus menandai 50 tahun sejak pendirian Balai Seni Rupa Jakarta, pendahulu Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK) Jakarta, yang dibuka pada 20 Agustus 1976.

Total terdapat 22 lukisan yang dipamerkan, beberapa di antaranya pernah dihadirkan dalam pameran perdana “Se-Abad Seni Rupa Indonesia” (1876-1976), yang menyatukan 131 karya koleksi publik dan swasta, termasuk 15 dari Adam Malik.

Sejumlah lukisan dari Koleksi Adam Malik yang jarang dipamerkan juga dihadirkan, termasuk karya S Sudjojono, berjudul “Maka Lahirlah Angkatan 66”, yang merangkum kompleksitas dan arti penting koleksi tersebut, sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara seni dan politik serta hubungan antara seniman dan patron.

Karya tersebut dilukis di tengah pergolakan politik tahun 1966, merekam suasana Jakarta ketika ruang publik dipenuhi slogan, grafiti, dan tuntutan perubahan.

Memperlihatkan seorang pemuda berjaket merah yang menggenggam kaleng cat, dikelilingi tulisan-tulisan protes yang merujuk pada peristiwa politik saat itu. Identitas sang pemuda sengaja dibiarkan ambigu, sehingga mengundang beragam penafsiran tentang perubahan dan ketidakpastian zaman.

Ini menjadi satu-satunya dan merupakan lukisan terakhir yang dibuat Sudjojono dengan narasi yang secara langsung merujuk pada situasi politik faktual negara.

Seorang pengunjung memotret lukisan berjudul “Maka Lahirlah Angkatan 66″ karya S. Sudjojono, dalam pameran “The Adam Malik Collection” di Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK) Jakarta, Kamis (20/8/2026). Pameran ini diadakan pada 15-23 Agustus 2026. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.