Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Spike Harga Emas dan Perak, ini Pemicunya!

Spike Harga Emas dan Perak, ini Pemicunya!

spike-harga-emas-dan-perak,-ini-pemicunya!
Spike Harga Emas dan Perak, ini Pemicunya!
service

KABARBURSA.COM – Harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif baru terhadap delapan negara Eropa. 

Langkah tersebut memicu kekhawatiran eskalasi perang dagang global dan mendorong investor beralih ke aset lindung nilai, seperti logam mulia.

Seperti dilansir Bloomberg, lonjakan harga terjadi setelah Trump menyatakan akan mengenakan tarif impor sebesar 10 persen terhadap sejumlah negara Eropa mulai 1 Februari, dengan rencana kenaikan tarif hingga 25 persen pada Juni mendatang. 

Kebijakan itu dikaitkan langsung dengan tekanan politik Amerika Serikat terkait proposal pengambilalihan Greenland, yang kembali memanaskan hubungan trans-Atlantik.

Kekhawatiran pasar meningkat seiring potensi aksi balasan dari Eropa. Sejumlah pejabat Uni Eropa disebut tengah menyiapkan langkah tandingan, termasuk opsi pengenaan tarif balasan terhadap produk Amerika Serikat senilai hingga EUR93 miliar atau sekitar USD108 miliar.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga dilaporkan mempertimbangkan penggunaan anti-coercion instrument, mekanisme perdagangan paling keras yang dimiliki Uni Eropa untuk merespons tekanan ekonomi eksternal. Langkah tersebut menandakan risiko eskalasi konflik dagang yang lebih luas.

Reli logam mulia kali ini tidak berdiri sendiri. Ketegangan tarif terbaru menambah daftar sentimen geopolitik dan kebijakan yang telah menopang kenaikan harga emas dan perak sepanjang 2025 hingga awal 2026. 

Pasar sebelumnya juga bereaksi terhadap kebijakan luar negeri agresif Amerika Serikat, termasuk intervensi di Venezuela serta pernyataan berulang Trump terkait niat mengambil alih Greenland.

Di sisi lain, tekanan terhadap Federal Reserve kembali mengemuka setelah pemerintahan Trump mengkritik arah kebijakan bank sentral. Kondisi ini memperkuat apa yang dikenal sebagai debasement trade, di mana investor mengurangi eksposur terhadap mata uang dan obligasi pemerintah karena kekhawatiran nilai riil aset keuangan tergerus oleh defisit dan utang yang membengkak.

Merujuk data perdagangan terbaru, harga emas spot naik 1,7 persen menjadi USD4.676,22 per ounce pada perdagangan pagi di Asia, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di USD4.690,59 per ounce. 

Harga perak melonjak lebih tajam, naik 3,9 persen ke USD93,6305 per ounce, dengan level tertinggi harian mencapai USD94,1213 per ounce.

Logam mulia lain seperti platinum dan palladium juga mencatat penguatan. 

Sementara itu, indeks dolar Bloomberg (Bloomberg Dollar Spot Index) turun tipis 0,1 persen, mencerminkan tekanan di pasar mata uang akibat meningkatnya ketidakpastian kebijakan global. (*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.