Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Stasiun Batang Jawa Tengah, Stasiun Pertama di Indonesia yang Pakai PLTS

Stasiun Batang Jawa Tengah, Stasiun Pertama di Indonesia yang Pakai PLTS

stasiun-batang-jawa-tengah,-stasiun-pertama-di-indonesia-yang-pakai-plts
Stasiun Batang Jawa Tengah, Stasiun Pertama di Indonesia yang Pakai PLTS
service

18 Januari 2026 15.00 WIB • 2 menit

Stasiun Batang Jawa Tengah, Stasiun Pertama di Indonesia yang Pakai PLTS


Stasiun Batang Jawa Tengah menjadi stasiun pertama di Indonesia yang memakai teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Terletak di Sambong, Batang, Stasiun Batang menjadi stasiun yang paling awal menggunakan PLTS dengan sistem On Grid—sistem panel surya yang terhubung langsung dengan jaringan listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Menariknya, PLTS dengan sistem On Grid itu merupakan buatan Jerman dan menjadi teknologi baru yang mengkombinasikan sumber listrik yang dihasilkan PLN dengan sumber listrik dari panel surya itu sendiri. Keduanya bisa menyuplai listrik secara bergantian tergantung dengan cuaca saat itu.

Kapasitas panel surya di Stasiun Batang menembus 6.000 watt. Efisiensi biayanya cukup tinggi, yakni sekitar 50 persen di musim penghujan dan akan lebih besar di musim kemarau.

Melansir dari situs resmi Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), penghargaan tersebut diberikan pada Desember 2019 kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) IV Semarang selaku pihak yang mengoperasikan Stasiun Batang. Rekor MURI ini diberikan berkat inovasi di bidang energi baru dan terbarukan melalui penggunaan PLTS untuk mendukung kebutuhan listrik di Stasiun Batang.

Pemasangan PLTS di Stasiun Batang dilakukan menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 silam. Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar 14 hari. PLTS itu dioperasikan pada 6 Desember 2019.

Stasiun Ramah Lingkungan

Stasiun Batang adalah stasiun yang menggunakan PLTS pertama di Indonesia | IESR

info gambar

Stasiun Batang adalah stasiun yang menggunakan PLTS pertama di Indonesia | IESR


Stasiun Batang merupakan stasiun kelas III yang sempat nonaktif selama empat tahun. Kemudian, PT KAI (Persero) memfungsikan kembali stasiun itu pada kuartal pertama 2019.

Stasiun yang dibangun oleh Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) itu memiliki dua bangunan, yakni bangunan lama dan baru. Pada bangunan baru itulah PLTS dipasang. Pemasangannya dilakukan di bagian atap stasiun.

Merangkum dari berbagai sumber, terdapat 16 panel surya berukuran 2 m x 1 m. Masing-masing memiliki kapasitas hingga 375 kWp.

Energi listrik yang dihasilkan PLTS di Stasiun Batang digunakan untuk operasional stasiun, mulai dari menyalakan AC di ruangan dan loket. Lampu-lampu sampai sound system juga dialiri listrik dari PLTS, sehingga lebih hemat.

Kawan GNFI, saat ini PT KAI (Persero) sudah memasang lebih dari 60 unit PLTS di berbagai titik operasional perusahaan mereka di Jawa dan Sumatra, termasuk perkantoran, griya karya, balai yasa, dan stasiun. Sekarang, sudah banyak stasiun-stasiun besar di Indonesia yang menggunakan PLTS untuk mendukung penggunaan energi hijau yang ramah lingkungan.

Merangkum dari ANTARA, beberapa stasiun yang sudah memakai PLTS selain Stasiun Batang adalah Stasiun Gambir, Stasiun Malang, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Medan, dan lain sebagainya. Ada lebih dari 50 stasiun yang dipasangi PLTS untuk mendukung operasional listrik mereka.

Dukung Kawasan Industri Batang

Stasiun Batang berada di posisi yang strategis. PT KAI (Persero) pun mendukung perkembangan Kota Batang yang masuk ke dalam Kawasan Industri Terpadu Batang-Kawasan Ekonomi Khusus (KITB-KEK) Industropolis Batang.

Besar harapan agar stasiun ini bisa terus berkembang sebagai simpul transportasi yang mendukung perkembangan ekonomi industri serta pariwisata di Batang.

Lebih lanjut, melalui humas.jatengprov.go.id yang dikelola Humas Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana untuk membangun stasiun ini untuk mendukung angkutan logistik terpadu dan aglomerasi transportasi penumpang.

Pada Oktober 2025 lalu, muncul rencana untuk membangun dry pot alias pelabuhan kering/tempat bongkar muat berbasis rel yang mendukung angkutan logistik terpadu di provinsi tersebut. Muncul ide penggunaan kereta api commuter line atau kereta rel listrik (KRL) selayaknya yang ada di Jabodetabek.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.