Fri,24 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Survei: 70 Persen Pekerja Siap Gunakan AI, Perusahaan Justru Belum Siap

Survei: 70 Persen Pekerja Siap Gunakan AI, Perusahaan Justru Belum Siap

survei:-70-persen-pekerja-siap-gunakan-ai,-perusahaan-justru-belum-siap
Survei: 70 Persen Pekerja Siap Gunakan AI, Perusahaan Justru Belum Siap
service


Foto: Selular.id

Teknologi.id – Mayoritas pekerja profesional di Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengadopsi kecerdasan buatan (AI) dan agentic AI di tempat kerja. Namun, tingginya antusiasme ini belum sejalan dengan dukungan fasilitas dari pihak perusahaan, yang pada akhirnya memicu risiko penggunaan AI tanpa pengawasan (shadow AI).

Kesimpulan tersebut merujuk pada hasil survei terbaru dari perusahaan teknologi Salesforce terhadap 1.000 pekerja data lintas industri (keuangan, pemasaran, teknologi informasi, dan manufaktur) di Indonesia.

Antusiasme Pekerja vs Minimnya Pelatihan

Survei menunjukkan penerimaan yang sangat positif dari sisi pekerja, namun memperlihatkan adanya celah kesiapan di tingkat manajemen perusahaan. Berikut rincian data utamanya:

  • Tingkat Kepercayaan Diri: 70 persen responden merasa lebih percaya diri saat bekerja menggunakan bantuan AI. Hanya 3 persen yang menolak atau tidak berencana memakainya.

  • Faktor Pendorong: 68 persen pekerja mengaku terdorong menggunakan AI di kantor karena sudah terbiasa mengoperasikannya untuk kebutuhan pribadi.

  • Krisis Pelatihan: Dari seluruh responden yang antusias, baru 33 persen yang mengaku telah mendapatkan fasilitas pelatihan atau pengembangan keterampilan AI dari perusahaan mereka.

Baca juga: Great Firewall China Bocor! Kebocoran Data Sensor Internet Terparah Sepanjang Sejarah

Ancaman Kebocoran Data Akibat “Shadow AI”


Foto: Kompas.com

President Director Salesforce Indonesia, Andreas Diantoro, menegaskan bahwa antusiasme pekerja tidak cukup untuk membawa keuntungan bagi perusahaan jika tidak diarahkan dengan benar.

Ketiadaan perangkat AI kelas korporat (enterprise-grade) dari kantor sering kali memaksa karyawan menggunakan alat AI pihak ketiga secara diam-diam. Praktik yang dikenal sebagai shadow AI ini memiliki visibilitas yang rendah dan dinilai berpotensi besar memicu kebocoran data sensitif perusahaan.

“Membuat perintah (prompt) ke ChatGPT adalah perkara mudah bagi pekerja. Namun, adopsi di lingkungan perusahaan butuh lebih dari itu. Diperlukan konteks perusahaan, data internal, serta batasan yang tepat,” jelas Andreas di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Datamu Bisa Dijual di Dark Web! Cek Kebocoran Email, NIK, dan HP Sekarang Juga!

Empat Langkah Strategis Perusahaan

Untuk meredam risiko shadow AI dan memaksimalkan fungsi agentic AI, perusahaan dituntut untuk segera merombak infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia mereka. Andreas merekomendasikan empat langkah adaptasi berikut:

  • Kendali Tetap di Manusia: Menyederhanakan alur kerja agar AI dapat berfungsi maksimal sebagai asisten teknis, namun kendali dan keputusan akhir tetap berada di tangan pekerja.

  • Peningkatan Keterampilan (Upskilling): Menyediakan program pelatihan resmi agar karyawan memiliki kompetensi untuk mengarahkan dan mengelola berbagai alat AI.

  • Fokus pada Tugas Strategis: Memanfaatkan otomatisasi AI untuk memberikan fleksibilitas waktu bagi karyawan, sehingga mereka bisa fokus pada tugas bernilai tinggi.

  • Pembagian Peran Proporsional: Menyesuaikan beban kerja berdasarkan keunggulan masing-masing entitas; AI difokuskan pada tugas berskala besar dengan kecepatan tinggi, sementara manusia memegang peran yang menuntut kreativitas dan penilaian subjektif.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(WN/ZA)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.