Mon,3 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Tentara AS Ikut Jejak Ibunda Ikut Misi Kemanusiaan di Sumatera

Tentara AS Ikut Jejak Ibunda Ikut Misi Kemanusiaan di Sumatera

tentara-as-ikut-jejak-ibunda-ikut-misi-kemanusiaan-di-sumatera
Tentara AS Ikut Jejak Ibunda Ikut Misi Kemanusiaan di Sumatera
service

SIBOLGA, Indonesia. Lebih dari 20 tahun lalu, Dina Muralt, perempuan asal Medan yang bermukim di Amerika Serikat, ditugaskan ke Indonesia di atas kapal rumah sakit USNS Mercy (T-AH 19) sebagai penerjemah. Ia hadir untuk mendukung upaya bantuan medis dalam respons Amerika Serikat terhadap bencana tsunami. 

Kini, putranya, Letnan Angkatan Laut AS MacSwayne Muralt, bertugas sebagai perwira penanggung jawab (officer in charge) untuk persinggahan misi Pacific Partnership, yang berlangsung di Indonesia pada 21-31 Juli 2026. Ini menjadi sebuah momen yang menurutnya terasa seolah semesta mendukungnya.

“Ada rasa bangga tersendiri dalam diri saya saat mengetahui bahwa saya mengikuti jejak [ibu saya],” ujar Muralt. Ia menambahkan bahwa sang ibu dulunya adalah seorang perwira di Korps Insinyur Sipil Angkatan Laut AS. 

“Ketika masih bertugas di Angkatan Laut, beliau terpilih sebagai personel tambahan dalam tahap respons awal penanganan tsunami Boxing Day,” tambahnya.

Dina Muralt, Ibu dari Muralt.

Tsunami Boxing Day atau yang kerap disebut sebagai Tsunami Samudra Pasifik 2004, terjadi ketika gempa bumi bermagnitudo 9,3 mengguncang lepas pantai Sumatera Utara pada 26 Desember 2004. Bencana ini meluluhlantakkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Respons kemanusiaan awal yang dilakukan di atas kapal USNS Mercy tersebut menjadi kerangka dasar sekaligus fondasi lahirnya misi tahunan Pacific Partnership –misi yang kini tengah didukung oleh MacSwayne Muralt di Indonesia.

“Ini sebuah kebetulan yang begitu bermakna, seolah membawa semuanya kembali ke titik awal (full-circle moment), bahwa saya berada di sini pada peringatan 20 tahun misi Pacific Partnership dan tepat setelah bencana mematikan tahun lalu di Indonesia,” ungkap Muralt.

Pada November 2025, sebuah siklon tropis ekuatorial melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Siklon tersebut memicu banjir dahsyat dan tanah longsor yang parah di wilayah-wilayah tersebut.

Selama misi Pacific Partnership berlangsung di Indonesia, Muralt bertugas mengidentifikasi dan menangani berbagai kebutuhan serta kendala para personel tim misi saat mereka menjalankan serangkaian fokus kegiatan pendukung (lines of effort atau LOE). 

Kegiatan tersebut mencakup program kemitraan dengan negara tuan rumah, pelayanan kesehatan masyarakat, lokakarya manajemen bencana, serta proyek renovasi konstruksi di seluruh Sumatera Utara. Seluruh LOE ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana guna meminimalkan dampak dari potensi bencana alam di masa mendatang.

“Sebagai perwira penanggung jawab di negara tujuan (country OIC), saya bertanggung jawab penuh untuk mendatangkan tim inti misi ke sini dan memastikan mereka memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan seluruh agenda kegiatan,” jelas Muralt. 

“Di Indonesia, kami memiliki tim teknik sipil untuk melakukan renovasi, tim kemitraan yang mengunjungi sejumlah sekolah, tim medis yang memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit setempat, serta tim manajemen bencana yang mengoordinasikan lokakarya dengan para petugas tanggap darurat tingkat nasional.”

Misi Pacific Partnership dirancang untuk memperkuat kapasitas kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di setiap negara peserta. Misi ini bertujuan memberdayakan kemampuan tiap negara dalam meningkatkan kapasitas regionalnya, sehingga setiap negara peserta dapat lebih siap dan memiliki perlengkapan yang memadai untuk tanggap bencana alam maupun krisis lainnya secara efektif.

Tags:

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.