Sun,16 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Transfer ke Daerah 2027 Naik 5,5 Persen Jadi Rp735 Triliun

Transfer ke Daerah 2027 Naik 5,5 Persen Jadi Rp735 Triliun

transfer-ke-daerah-2027-naik-5,5-persen-jadi-rp735-triliun
Transfer ke Daerah 2027 Naik 5,5 Persen Jadi Rp735 Triliun
service

Jakarta, NU Online

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi pemerintah menetapkan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2027 sebesar Rp735 triliun. Nilai tersebut setara sekitar 17 persen dari total rancangan belanja negara 2027 yang mencapai Rp4.097,2 triliun.

Angka tersebut meningkat 5,5 persen dibandingkan outlook TKD 2026 yang sebesar Rp696,9 triliun.

“Pada 2027 direncanakan sebesar Rp735 triliun atau meningkat 5,5 persen dibanding outlook 2026 sebesar Rp696,9 triliun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Purbaya menegaskan, alokasi Rp735 triliun itu belum termasuk dana rekonstruksi bencana yang disiapkan secara terpisah untuk daerah terdampak bencana alam.

“Jadi itu beda lagi. Yang ini untuk TKD. Nanti juga kami akan memonitor terus kondisi keuangan setiap daerah dari bulan ke bulan,” tuturnya.

Menurut Purbaya, pemerintah juga membuka kemungkinan penambahan anggaran TKD pada tahun berjalan apabila kondisi fiskal daerah memerlukan dukungan tambahan. Kebijakan tersebut, katanya, mengikuti pendekatan yang diterapkan pemerintah pada 2026.

“Kalau perlu kita tambah, kita tambah, seperti kemarin. Jadi seperti itu pendekatan kita,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan realisasi TKD 2026 meningkat menjadi Rp725,2 triliun setelah pemerintah menambah sejumlah alokasi anggaran sepanjang tahun berjalan.

Tambahan tersebut antara lain mencakup Rp10,6 triliun untuk penanganan bencana di Sumatra dan Rp2,7 triliun dana otonomi khusus. Selain itu, pada 5 Agustus 2026 pemerintah kembali menyalurkan tambahan anggaran sebesar Rp18,9 triliun kepada pemerintah daerah.

“Total TKD tahun 2026 ini adalah Rp725,2 triliun. Kemudian target PAD-nya sebesar Rp428,9 triliun,” kata Tito.

Ia menjelaskan, tambahan Rp18,9 triliun tersebut terutama digunakan untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan membiayai belanja pegawai, termasuk pembayaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta mendukung daerah dengan kapasitas fiskal yang rendah.

Namun demikian, Tito mengakui masih terdapat 26 daerah yang kondisi fiskalnya belum sepenuhnya teratasi dan masih dalam proses evaluasi pemerintah.

“Itu digunakan terutama untuk membantu daerah yang belanja pegawainya kesulitan, terutama untuk membayar PPPK. Kemudian juga untuk membantu daerah-daerah yang fiskalnya rendah. Untuk pembayaran belanja pegawai hampir semuanya bisa diatasi. Ada beberapa yang sedang kita evaluasi, 26 daerah,” terangnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.