Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Traveling
  3. Trip 4-stan: Samarqand

Trip 4-stan: Samarqand

trip-4-stan:-samarqand
Trip 4-stan: Samarqand
service

Kereta cepat Afrosiyob tiba jam 10pagi di Samarqand. Tiket kereta beli di web https://e-ticket.railway.uz/en/home . Awalnya tidak mudah membeli tiket ini di web ini, kurang user friendly, pas bayar sering gagal. Sekalinya berhasil, semua tiket saya salah tanggal. Saking seringnya mengulang proses pembelian tiket, jadinya saya tidak fokus. Paniklah saya, apalagi saya tidak langsung menemukan informasi reschedule/cara batal. Saya mengirim email untuk meminta reschedule. Email direspons dan prosesnya harus dibatalkan dulu baru pesan ulang. Untungnya fee pembatalan tidak terlalu besar.

Kali ini kami tidak menginap dihotel, tapi di sebuah rumah namanya Guest House Chehra. Semua bagian rumah kami sewa, pemilik tinggal di rumah depan rumah ini. Ada 4 kamar, namun cuman 3 kamar kami tempati. Ada dapur dan mesin cuci.. Lokasinya cukup strategis. Meski guest house ini berada di jalan kecil, tapi dekat kemana-mana.

Kami segera menyusun rute jalan kaki. Dari penginapan, kami berjalan ke arah University Boulevard. Tak lama, di tengah taman kota yang rindang, tampak patung besar Amir Temur berdiri gagah di atas kuda.

Dari taman Amir Temur, kami berjalan menyusuri jalan utama menuju Gur-e-Amir Mausoleum. Tak jauh dari sana, tampak sebuah kompleks kecil dengan taman tenang dan bangunan bata tua berkubah sederhana — inilah Ruhabad Mausoleum, atau disebut juga Rukhabad, salah satu situs peninggalan abad ke-14. Di sampingnya berdiri Rukhabad Mosque, masjid kecil yang masih aktif digunakan warga sekitar. Kami pun mampir sejenak untuk shalat dan beristirahat, menikmati ketenangan di tengah taman rindang.

Tak jauh dari kompleks Rukhabad, hanya sekitar lima menit berjalan kaki, kami tiba di Gur-e-Amir Mausoleum — makam megah Amir Timur (Tamerlane), sang pendiri Kekaisaran Timurid. Dari kejauhan, kubah birunya sudah terlihat berkilau di bawah cahaya matahari pagi.

Begitu masuk ke dalam kompleks, rasanya seperti melangkah ke masa lampau. Dinding-dinding penuh dengan mozaik biru turquoise, kaligrafi halus, dan ukiran geometris yang memukau.

Setelah puas menikmati kemegahan Gur-e-Amir, kami melanjutkan perjalanan kaki menuju Registan Square, ikon utama kota Samarkand. Begitu sampai di Registan, rasanya seperti berdiri di tengah panggung sejarah dunia. Tiga madrasah besar — Ulugh Beg Madrasah, Sher-Dor Madrasah, dan Tilya-Kori Madrasah — berdiri megah saling berhadapan, dindingnya berhiaskan ubin biru dan emas yang berkilau di bawah cahaya matahari.
Kami duduk di tangga batu menghadap lapangan, hanya diam memandangi keindahan yang seolah tak lekang waktu.

Dari sini, kami naik taxi melanjutkan perjalanan singkat ke kompleks makam Imam Al-Bukhari, salah satu ulama hadis paling berpengaruh dalam Islam. Sayangnya, sedang renovasi. Padahal tempat ini cukup jauh dari kota. Kami sempat agak kesulitan mencari taxi. Tujuan kami berikutnya adalah makan di Karimbek restaurant. Restaurantnya cukup besar, kami diarahkan ke meja yang disediakan. Tapi ada ruang tengah dari restaurant ini yang menarik perhatian. Sangat terang dengan dekor yang mewah. Kami minta duduk di dalam ruangan tersebut. Awalnya ditolak karena katanya disini sangat ribut. Saya tanya apakah harganya berbeda? Katanya tidak. Hanya saja ini ruang dimana orang bisa menari diiringi dengan musik setelah atau sebelum makan. Kami bilang kami ingin di dalam ruangan ini dan pada akhirnya diperbolehkan. Seru sih disini, beberapa dari kami berbaur dengan pengunjung lain untuk bergoyang bersama sambil menunggu makanan datang.

Kami menutup hari dengan mampir ke Siab Market (Siyob Bazaar) yang berada tidak jauh dari Bibi-Khanym Mosque. Sudah hampir maghrib, pedagang sudah mulai menutup dagangannya. Kami sempat  membeli pashmina dan souvenir disini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.