Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Uang Beredar Tumbuh di Januari 2026, Saham Perbankan Tersengat Efek Positif

Uang Beredar Tumbuh di Januari 2026, Saham Perbankan Tersengat Efek Positif

uang-beredar-tumbuh-di-januari-2026,-saham-perbankan-tersengat-efek-positif
Uang Beredar Tumbuh di Januari 2026, Saham Perbankan Tersengat Efek Positif
service

KABARBURSA.COM – Bank Indonesia (BI) menyampaikan uang beredar pada Januari 2026 mengalami pertumbuhan. Catatan ini dinilai bisa memberi dampak positif bagi industri atau saham perbankan di pasar modal.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan uang beredar atau dalam arti luas (M2) tumbuh sebesar 10,0 persen year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan Desember 2025 yang sebesar 9,6 persen.

“Sehingga mencapai Rp10.117,8 triliun. Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,4 persen (yoy),” ujar dia dalam keterangannya, Senin, 23 Februari 2026.

Menurut Ramdan, peningkatan M2 pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit.

Ia bilang, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh sebesar 22,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,6 persen (yoy).

“Penyaluran kredit pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 sebesar 9,3 persen (yoy),” pungkasnya.

BRI Danareksa Sekuritas menyebut secara makro, data tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan industri perbankan di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Meski demikian, pelaku pasar tetap akan mencermati implikasinya terhadap inflasi, stabilitas rupiah, serta arah kebijakan suku bunga ke depan,” tulis BRI Danareksa dalam risetnya.

Adapun pada sesi I perdagangan hari ini, saham perbankan ternama terpantau ditutup menguat. Seperti BBCA (0,69 persen), BBRI (1,56 persen), BMRI (1,95 persen), BBNI (0,22 persen), BRIS (2,56 persen), hingga BBTN (0,73 persen). (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.