Jakarta. Arina.id – Sedikitnya 14 orang tewas setelah Rusia dan Ukraina saling melancarkan serangan pada Minggu (2/8/2026). Menurut pejabat dari kedua negara, serangan Ukraina ke wilayah Rusia menewaskan sembilan orang, sementara serangan Rusia ke Ukraina merenggut sedikitnya lima korban jiwa.
Gelombang serangan terbaru ini menunjukkan bahwa Moskow dan Kyiv terus meningkatkan skala serta intensitas serangan, meski perang telah berlangsung hampir empat setengah tahun.
Mengutip AFP, berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah korban sipil di Ukraina meningkat tajam sepanjang tahun ini. Peningkatan tersebut dipicu oleh penggunaan rudal jarak jauh Rusia yang semakin sulit dicegat sistem pertahanan udara.
Di sisi lain, Ukraina juga terus melancarkan serangan balasan ke wilayah Rusia, termasuk menargetkan fasilitas energi dan gudang penyimpanan barang. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menekan Moskow agar bersedia berunding untuk mengakhiri perang.
Serangan di Rusia Tewaskan Sembilan Orang
Di wilayah Belgorod, Rusia, yang berbatasan langsung dengan Ukraina, serangan Ukraina menewaskan empat orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun yang berada di dekat taman bermain.
Penjabat Gubernur Belgorod, Alexander Shuvaev, mengatakan korban sempat mendapatkan penanganan medis darurat, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka yang sangat parah.
Sementara itu, serangan drone di wilayah Saratov yang berbatasan dengan Kazakhstan menewaskan dua orang. Di wilayah Udmurtia, sekitar 1.000 kilometer dari garis depan perang, tiga orang lainnya tewas setelah sebuah mobil dihantam drone Ukraina.
Penjabat Gubernur Udmurtia, Olga Abramova, mengecam serangan tersebut dan menyebut para korban merupakan warga sipil.
“Tindakan ini sangat mengerikan dan tidak masuk akal. Mereka jelas bukan sasaran militer,” ujarnya.
Lima Orang Tewas di Ukraina
Di Ukraina, serangan Rusia menewaskan dua orang di wilayah Dnipropetrovsk. Selain itu, masing-masing satu orang tewas di wilayah Zaporizhzhia dan Kherson, menurut pemerintah daerah setempat.
Serangan Rusia lainnya juga menghancurkan terminal pos di wilayah Kharkiv, Ukraina utara. Operator layanan pos Nova Poshta menyatakan seorang pegawainya tewas dalam insiden tersebut.
Upaya Perdamaian Masih Mandek
Upaya perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II masih belum menunjukkan kemajuan.
Perundingan tersebut praktis terhenti sejak Februari lalu, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran.
Hingga kini, baik Rusia maupun Ukraina sama-sama membantah sengaja menargetkan warga sipil dalam setiap operasi militer mereka.





Comments are closed.