Sun,17 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. 19 Tahun Aksi Kamisan, Baskara Putra Tekankan Pentingnya Merawat Ingatan sebagai Bentuk Perlawanan

19 Tahun Aksi Kamisan, Baskara Putra Tekankan Pentingnya Merawat Ingatan sebagai Bentuk Perlawanan

19-tahun-aksi-kamisan,-baskara-putra-tekankan-pentingnya-merawat-ingatan-sebagai-bentuk-perlawanan
19 Tahun Aksi Kamisan, Baskara Putra Tekankan Pentingnya Merawat Ingatan sebagai Bentuk Perlawanan
service

Jakarta, NU Online.

Aksi Kamisan Ke-893 yang digelar di Taman Pandang, depan Istana Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026) tidak hanya menjadi ruang tuntutan keadilan bagi keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM), tetapi juga ruang refleksi lintas generasi tentang pentingnya menjaga ingatan dan melawan lupa.

Pada peringatan 19 tahun Aksi Kamisan ini, musisi Baskara Putra turut menyampaikan materi reflektif tentang perjalanannya memahami makna Aksi Kamisan. Ia menekankan pentingnya merawat ingatan sebagai bentuk perlawanan.

Baskara mengenang pertemuan pertamanya dengan Aksi Kamisan saat masih duduk di bangku SMP, pada tahun-tahun awal aksi tersebut digelar. Ia mengaku saat itu belum memahami sepenuhnya alasan orang-orang berkumpul setiap Kamis dengan pakaian serba hitam di bawah terik matahari.

“Di bangku SMP beberapa tahun lalu, itu mungkin di tahun pertama atau tahun kedua Kamisan. Seingat saya waktu itu di berita pun juga judulnya belum jadi Aksi Kamisan gitu. Cuman seperti anak umur segitu, anak SMP pada umumnya masih banyak ketidakpahaman di kepala saya,” ujar Baskara.

Ia menggambarkan kebingungannya kala itu melihat peserta aksi yang terus datang setiap pekan, mempertanyakan kemarahan dan urgensi yang mendorong mereka bertahan begitu lama.

“Ini kenapa gitu, kenapa orang-orang ini ngumpul, bajunya gelap-gelap, kenapa kuat lawan matahari, trek-trek. Emang nggak ada kegiatan lain, emang nggak ada kerjaan atau apa,” lanjutnya.

Pemahaman Baskara terhadap Aksi Kamisan mulai berubah seiring bertambahnya usia dan perjumpaannya dengan lingkungan kampus. Ia beberapa kali diajak hadir ke Aksi Kamisan dan mulai mengenal figur-figur keluarga korban, termasuk Sumarsih, ibu dari Wawan yang menjadi korban pelanggaran HAM pada tragedi Semanggi I.

“Cuman sembari berjalan gitu, sembari bertumbuh dewasa, akhirnya saya mulai paham, saya mulai ngerti. Terutama juga setelah punya kesempatan untuk bicara langsung, ngobrol langsung dengan Bu Sumarsih,” katanya.

Dari perjumpaan tersebut, perspektif Baskara justru berbalik. Ia mempertanyakan bagaimana keluarga korban mampu bertahan dengan kemarahan yang terkelola, meski memikul luka yang begitu dalam.

“Tapi kebalik, saya malah mikir, kok bisa marahnya segini doang? Kok bisa kayak mereka nggak lebih marah, nggak lebih sedih, nggak lebih kecewa dari ini,” ucapnya.

Baskara menuturkan pengalamannya mendengarkan langsung kisah Sumarsih tentang perampasan nyawa anaknya sebagai pengalaman emosional yang tidak mudah diolah, apalagi ditransformasikan menjadi perjuangan jangka panjang.

“Terakhir saya ke rumah beliau, beliau cerita panjang, detail, kronologi bagaimana wawan dirampas, nyawanya ditembak oleh peluru standar militer. Itu bukan hal sepele buat saya,” tuturnya.

Menurut Baskara, Aksi Kamisan adalah ruang yang tidak mudah dijalani, karena menuntut kemampuan mengolah kemarahan, kesedihan, dan kekecewaan menjadi solidaritas yang konsisten dari pekan ke pekan.

“Ini bukan hal mudah, ini bukan hal sepele. Bisa mengolah kemarahan tersebut untuk mendorong kita semua, kawan-kawan semua, untuk bersolidaritas tiap minggu, tiap Kamis,” katanya.

Ia juga menyinggung masih banyaknya kasus pelanggaran HAM yang tidak mendapatkan ruang pemberitaan memadai, sehingga Aksi Kamisan menjadi salah satu ruang penting untuk menjaga ingatan publik.

Baskara mengaku kerap merasa sakit hati melihat komentar publik yang meremehkan Aksi Kamisan, termasuk anggapan bahwa isu pelanggaran HAM hanya dimunculkan menjelang pemilu.

“Sumpah, gue nggak tiap minggu di sini, tapi gue yang sakit hati bacanya,” ujarnya.

Pengalaman tersebut mendorong Baskara untuk menggunakan ruang keseniannya sebagai medium keberpihakan, termasuk memasukkan narasi Aksi Kamisan ke dalam karya musiknya. Ia menilai seniman memiliki peran penting sebagai penjaga cerita dan estafet ingatan lintas generasi.

“Karena menurut saya kejahatan itu bisa lahir kembali, karena itu seperti siklus, mudah, caranya cuma satu, kalau kita lupa sama cerita, dan sejarah itu cerita,” kata Baskara.

Baginya, keberpihakan tidak harus selalu hadir di ruang-ruang aktivisme formal, tetapi juga dapat hidup di ruang budaya populer.

“Saya selalu bilang dan saya selalu percaya bahwa keberpihakan itu bisa dilakukan bahkan di ruang-ruang budaya populer,” ujarnya.

Baskara mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengambil posisi dan menjaga ingatan kolektif dengan cara apa pun.

“Jangan pernah mikir kalau keberpihakan itu bisa dilakukan. Itu selalu bisa dilakukan selama kita mau melakukan keberpihakan tersebut,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.