Thu,6 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. 22 Jenis Bumbu Bercita Rasa Indonesia Disiapkan untuk Kebutuhan Haji 2026

22 Jenis Bumbu Bercita Rasa Indonesia Disiapkan untuk Kebutuhan Haji 2026

22-jenis-bumbu-bercita-rasa-indonesia-disiapkan-untuk-kebutuhan-haji-2026
22 Jenis Bumbu Bercita Rasa Indonesia Disiapkan untuk Kebutuhan Haji 2026
service

Jakarta, NU Online

Kementerian Haji dan Umrah memaksimalkan penggunaan bumbu khas Indonesia dan makanan siap saji (ready to eat/RTE) untuk konsumsi jamaah, khususnya di Armuzna.

Sebanyak 22 jenis bumbu bercita rasa Indonesia disiapkan oleh pelaku usaha nasional untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan haji 2026. Kebutuhan hal tersebut mencapai lebih dari 400 ton serta sekitar 3,9 juta paket RTE. Tentu pengiriman kebutuhan itu harus telah memenuhi standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

“Produk ini telah melalui uji cita rasa dan keamanan pangan. Selain meningkatkan kenyamanan jemaah, ini juga membuka pasar ekspor nyata bagi UMKM kita,” jelas Jaenal Efendi, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), pada Selasa (27/1/2026) sebagaimana dilansir situsweb Kementerian Haji dan Umrah.

Nilai ekonomi dari pengadaan bumbu tahun ini, menurutnya, diperkirakan mencapai Rp63 miliar. Sementara RTE berpotensi menciptakan perputaran ekonomi dalam skala jutaan riyal.

Selain bumbu, Kemenhaj juga tengah menginisiasi ekspor beras Indonesia untuk kebutuhan konsumsi jamaah haji, seiring dengan kondisi surplus panen nasional.

“Indonesia surplus lebih dari dua juta ton beras. Sudah saatnya beras Indonesia hadir di dapur haji, agar jamaah bisa mengonsumsi beras yang sesuai selera dan kualitas yang mereka kenal,” kata Jaenal.

Koordinasi telah dilakukan dengan Bulog, Kementerian Pertanian, serta importir dan dapur penyedia layanan konsumsi haji di Arab Saudi untuk memastikan aspek harga, kualitas, dan keberlanjutan pasokan.

Platform Oleh-Oleh Haji dan Expo UMKM

Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Kemenhaj RI juga mengembangkan platform oleh-oleh haji. Hal ini memungkinkan jamaah membeli produk UMKM sebelum keberangkatan, dengan pengiriman langsung ke rumah masing-masing.

Produk yang dikembangkan meliputi kurma lokal dari NTB dan Pasuruan, tasbih, sajadah, hingga aneka produk kerajinan dan makanan khas daerah. “Tujuannya, jamaah lebih nyaman dan UMKM mendapatkan kepastian pasar,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, Kemenhaj akan menggelar Expo UMKM Oleh-Oleh Haji di Indonesia dengan pembagian wilayah barat, tengah, dan timur.

Dalam rangka meningkatkan kenyamanan jamaah di Tanah Suci, Kemenhaj juga menyiapkan tenan UMKM di lobi hotel jamaah di Makkah dan Madinah. Sekitar 280 hotel akan dimanfaatkan sebagai ruang layanan yang menyediakan makanan dan produk khas Indonesia.

Sebagai penguatan kelembagaan, Ditjen PE2HU membentuk tiga fungsi utama, yaitu pengendalian keuangan haji, pengendalian kemitraan, dan pengendalian standardisasi produk, guna memastikan seluruh layanan berjalan tertib, akuntabel, dan berkelanjutan.

Kemenhaj menargetkan platform ekosistem ekonomi haji dapat diluncurkan pada awal Februari, sebagai sarana business matching dan integrasi layanan haji dan umrah berbasis ekonomi nasional.

Jaenal Efendi menyampaikan bahwa dana penyelenggaraan ibadah haji yang mencapai sekitar Rp18 triliun per tahun memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat berlapis, tidak hanya bagi jamaah, tetapi juga bagi perekonomian dalam negeri.

“Harapan Presiden dan Menteri jelas, dana haji tidak hanya terserap di Arab Saudi, tetapi sebagian besar bisa dirasakan masyarakat Indonesia melalui produk dan layanan UMKM,” pungkas Jaenal.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.