Arina.id – Setiap umat Islam mempunyai harapan agar di akhir hayatnya berakhir dengan kematian yang baik atau husnul khatimah, yaitu wafat dalam keadaan beriman kepada Allah. Hal ini sangat penting karena keadaan seseorang saat meninggal akan berpengaruh besar terhadap kehidupan di alam akhirat kelak. Rasulullah bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، وَإِنَّهُ لَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
Artinya: “Sesungguhnya ada seorang lelaki yang beramal dengan amalan yang menurut pandangan manusia adalah amalan ahli surga, padahal ia termasuk penghuni neraka. Dan ada pula seorang lelaki yang beramal dengan amalan yang menurut pandangan manusia adalah amalan ahli neraka, padahal ia termasuk penghuni surga. Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada penutupnya (akhirnya).” (HR At-Thabrani)
Sebaliknya, umat Islam sangat berharap agar dijauhkan dari kematian yang buruk atau su’ul khatimah, yaitu wafat dalam keadaan berpaling dari Allah. Mengingat hal tersebut, para ulama sudah memberikan peringatan agar umat Islam menjauhkan diri dari segala perbuatan maksiat, terutama kemaksiatan yang bisa menjadi penyebab su’ul khatimah.
Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Syarhus Shudur, (Beirut, Darul Minhaj: 2011) h. 94 menjelaskan bahwa menurut sebagian ulama, ada 4 penyebab yang bisa membuat seseorang su’ul khatimah, yaitu sebagaimana berikut:
1. Meremehkan Sholat
Sholat adalah ibadah utama yang menjadi tiang agama Islam. Dalam rukun Islam, urutannya berada paling atas setelah syahadat. Pada praktiknya, tidak ada alasan bagi umat Islam untuk meninggalkan sholat karena syariat telah memberikan sejumlah keringanan bagi umat Islam.
Misalnya ketika bepergian dibolehkan jamak dan qashar, bagi yang tidak mampu berdiri boleh dilaksanakan sambil duduk, dan jika tidak mampu duduk maka boleh dilakukan sambil berbaring. Untuk itu, meremehkan sholat apalagi sampai meninggalkannya merupakan perbuatan berbahaya yang bisa menyebabkan su’ul khatimah.
2. Minum Khamar
Khamar atau minuman keras merupakan induk dari berbagai kejahatan dan kemaksiatan karena dapat menghilangkan akal sehat. Hal ini tergambar jelas dalam kisah Barsisha, seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang pada awalnya dikenal sebagai orang saleh namun terjerumus dalam dosa karena meminum khamar.
Setelah minum khamar, Barsisha melakukan perbuatan keji lainnya hingga akhirnya wafat dalam keadaan kufur. Kisah ini menjadi pelajaran bahwa kemaksiatan, khususnya meminum khamar, dapat menyeret seseorang kepada dosa-dosa yang lebih besar dan berujung pada su’ul khatimah.
3. Durhaka kepada Orang Tua
Dalam ajaran Islam, orang tua mempunyai kedudukan mulia dan harus mendapat perhatian khusus dari seorang anak. Hal ini terlihat dalam sebuah hadits Nabi yang menyatakan bahwa rida Allah terletak pada rida orang tua. Untuk itu, anak yang berbuat durhaka kepada orang tua, seperti menyakiti hati mereka, entah dengan perkataan maupun perbuatan, akan merugikan dirinya sendiri, baik di dunia maupun di akhirat.
4. Menyakiti Umat Islam
Menyakiti sesama Muslim, baik dengan lisan, tulisan di medsos, maupun tindakan fisik, merupakan perbuatan zalim yang tidak hanya berdampak pada korban melainkan juga kepada pelakunya. Pasalnya, berbuat zalim kepada umat Islam bisa menjadi salah satu penyebab seseorang suul khatimah. Untuk itu, setiap muslim hendaknya mampu menjaga lisan, jari jemari, dan anggota tubuhnya agar tidak menyakiti umat Islam.
Demikian 4 perbuatan maksiat yang bisa menyebabkan seorang Muslim meninggal dalam keadaan su’ul khatimah. Untuk itu, sudah seharusnya kita mulai memperbaiki ibadah terutama sholat, berbakti kepada orang tua, tidak meminum khamar, serta menjaga lisan dan tindakan agar tidak menyakiti sesama. Wallahu a’lam.





Comments are closed.