Merasa kewalahan ketika menghadapi terhadap tekanan? Kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda stres psikologis. Stres psikologis adalah reaksi normal tubuh dalam menghadapi tekanan atau segala sesuatu yang dianggap menantang.
Dikutip dari Medical News Today, Asosiasi Psikolog Amerika (APA) mendefinisikan stres sebagai respon emosional yang dipicu oleh faktor eksternal yang bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Stres melepaskan hormon nonadrenalin dan kortisol, di mana hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis dalam tubuh yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik.
Setiap orang memiliki kemampuan berbeda dalam mengatasi stres. Ada yang mampu mengontrol diri untuk tetap tenang, tetapi juga ada yang lebih mudah merasa kewalahan atau bahkan stres kronis. Perbedaan ini tentunya dipengaruhi oleh kepribadian seseorang dalam menghadapi situasi sulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah studi yang dilakukan oleh Psikolog Jing Luo, Bo Zhang, Mengyang Cao, dan Brent W. Roberts, mengumpulkan data dari ratusan penelitian, melihat secara khusus bagaimana ciri-ciri kepribadian “Big Five” berhubungan dengan stres. Temuan mereka diterbitkan dalam Personality and Social Psychology Review pada tahun 2023.
Para peneliti menjelaskan bahwa beberapa kepribadian membantu orang menjaga level stres lebih rendah. Berikut adalah 5 kepribadian yang membantu orang mengelola stres dengan lebih baik.
Dilansir dari Times of India, berikut adalah 5 kepribadian yang membantu seseorang mengelola stres dengan lebih baik.
1. Ekstraversi
Ekstraversi adalah orang yang menarik energi dari interaksi sosial. Biasanya mereka memiliki lingkaran sosial yang besar yang dapat membantu meningkatkan dukungan internal dan menghindari sesuatu yang dapat memicu stres. Para peneliti mencatat bahwa orang dengan kepribadian ini cenderung melihat sisi positif di situasi sulit. Sehingga, pengelolaan fokus tersebut dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah menangani stres.
2. Emosi yang stabil
Seseorang dengan stabilitas emosional yang tinggi biasanya lebih sedikit menarik emosi negatif di kehidupan sehari-hari. Hal ini bekerja dalam dua cara: Menganggap setiap situasi sebagai sesuatu yang tidak terlalu buruk sehingga kecil kemungkinan merasa tertekan. Lalu, respon “lawan atau lari” lebih sulit muncul karena tubuh mereka tetap tenang saat menghadapi tekanan yang mungkin tekanan tersebut bisa membuat orang lain lebih stres.
3. Teliti
Orang yang teliti seringkali berhati-hati dalam merencanakan sesuatu. Hal tersebut dilakukan guna menghindari stres, sebelum stres tersebut semakin menumpuk. Mereka sangat terorganisir, menghindari risiko yang tidak perlu, dan mengurus segala sesuatu sejak dini. Ini adalah bentuk seseorang dalam merancang kehidupan dengan penuh kesiapan.
4. Terbuka
Sifat terbuka berkaitan dengan seseorang yang penuh rasa ingin tahu, kreativitas, dan kenyamanan dalam menghadapi pengalaman baru. Banyak mengalami situasi yang asing dan sulit, orang dengan karakter ini dapat dengan mudah mengurangi perasaan stres. Hal ini karena keterbukaannya yang menganggap perubahan adalah sesuatu yang menarik.
5. Ramah
Orang dengan sikap ramah lebih mudah diajak bergaul dan tahu cara bersosialisasi hingga secara alami dapat mengurangi perselisihan yang biasanya menjadi pemicu stres. Ia membangun hubungan yang kuat sehingga akan ada banyak dukungan yang tersedia ketika stres melanda.
Itulah ciri kepribadian orang yang tahan menghadapi stres menurut psikologi. Semoga Membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)





Comments are closed.