Fri,31 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. 54,5 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Potensi Hujan di Bawah Normal

54,5 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Potensi Hujan di Bawah Normal

54,5-persen-wilayah-indonesia-masuk-musim-kemarau,-bmkg:-potensi-hujan-di-bawah-normal
54,5 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Potensi Hujan di Bawah Normal
service

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan hingga Juli 2026, sebanyak 509 zona musim (ZOM) atau 54,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, terutama di selatan khatulistiwa. Kondisi ini disertai kecenderungan curah hujan yang berada di bawah normal.

“Jadi pola kemarau tidak sama di Indonesia, dampak dari El Nino juga tidak seragam di Indonesia karena negara kita ini besar sekali,” ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

“Kondisi monitoring musim kemarau yang sekarang ini sudah terjadi. Jadi sudah 509 zona musim atau 54,5 persen dari luasan wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau,” sambungnya.

Ardhasena menjabarkan bahwa wilayah yang telah memasuki musim kemarau mencakup sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sementara wilayah yang masih mengalami musim hujan tersisa sekitar 77 zona musim.

“Sementara wilayah yang tipe satu musim ada 113 ZOM yang di sana tidak memiliki musim kemarau,” katanya.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Sebanyak 48,84 persen wilayah diprediksi mencapai puncak kemarau pada Agustus dan 25,41 persen pada September.

“Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau yang dibawah normal atau lebih kering dan juga mengalami durasi yang lebih panjang dari normalnya. Sebanyak 437 ZOM atau 48,77 persen luas wilayah Indonesia akan mengalami durasi musim kemarau lebih panjang dari normalnya,” kata Ardhasena.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi curah hujan pada Juni dan Juli menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Setelah Mei tercatat sebagai salah satu bulan terbasah dengan peringkat ketiga tertinggi, Juni justru masuk kategori bulan terkering.

“Pada dasarnya terakhir bulan Juli tahun 2026 yang baru saja kita lalui ini terlihat memang bahwa hujan sudah retreat. Baik dari segi curah hujan mayoritas dominan di wilayah Indonesia bagian selatan sifat hujan yang terjadi sudah jauh di bawah normal,” ujarnya.

Ardhasena menjabarkan bahwa hasil pemantauan hari tanpa hujan mencapai 70 titik di Jawa bagian selatan hingga timur, Bali, NTB, dan NTT mengalami lebih dari 80 hari tanpa hujan.

“Jawa bagian barat dan Sulawesi bagian utara dan selatan, kategorinya sangat panjang antara satu hingga dua bulan tidak hujan sebanyak 943 titik, yang sebagian Sumatra, Kalimantan, Maluku itu ada 1.366 titik itu antara 21 hingga 30 hari itu tidak hujan,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.