Jakarta –
Sebagian orang terbiasa menghabiskan makanan dalam waktu singkat. Mereka makan cepat karena kebiasaan atau memang tuntutan aktivitas, Bunda.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecepatan makan tidak hanya dipengaruhi rasa lapar atau jadwal yang padat, kebiasaan ini juga dapat berkaitan dengan perilaku dan cara seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.
Dikutip dari Times of India, psikolog mengatakan bahwa kecepatan makan terkadang dapat memberikan petunjuk kecil tentang cara seseorang berpikir, berperilaku, dan merespons dunia. Meski tidak ada satu kebiasaan pun yang dapat mendefinisikan kepribadian seseorang, studi telah mengidentifikasi hubungan menarik antara kecepatan orang makan dan ciri-ciri psikologis tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memahami ciri orang yang makan cepat bisa cukup berguna bagi kita, Bunda. Kita dapat mengetahui bagaimana orang tersebut mengambil keputusan atau menjalin relasi dengan orang lain. Lantas, apa saja ciri kepribadian orang yang suka makan cepat?
Simak penjelasannya berikut ini ya!
Cara mengenali orang dari kebiasaan makan cepat
Berikut cara mengenali orang dari kebiasaan makan cepat menurut psikologi:
1. Mereka memiliki motivasi tinggi dan berorientasi pada tujuan
Orang yang makan dengan cepat sering kali fokus untuk mencapai garis finish. Pola pikir yang sama dapat muncul di bidang kehidupan lainnya.
Mereka mungkin menikmati waktu saat mengerjakan tugas, bekerja secara efisien, dan beralih ke tantangan berikutnya daripada berlama-lama pada satu aktivitas. Psikolog mencatat bahwa orang dengan orientasi pencapaian yang lebih kuat sering kali lebih menyukai kecepatan dan efisiensi dalam rutinitas sehari-hari, termasuk makan.
Bagi orang-orang ini, makan menjadi tugas lain yang harus diselesaikan daripada pengalaman yang dinikmati. Penelitian di Research Square tahun 2021 menemukan adanya hubungan antara kecepatan makan dan karakteristik kepribadian yang lebih luas, meskipun hubungan ini bersifat moderat dan bukan definitif.
2. Mereka lebih tidak sabar dibandingkan kebanyakan orang
Orang yang makan cepat sering kali tidak suka menunggu, seperti mengantre, mengikuti rapat yang membosankan atau menunggu makanan datang. Mereka secara alami lebih menyukai tempo yang lebih cepat.
Kecenderungan tersebut dapat terbawa ke waktu makan, di mana memperlambat tempo terasa tidak nyaman atau tidak perlu bagi orang-orang ini. Psikolog percaya bahwa kebiasaan sehari-hari sering kali mencerminkan tempo hidup yang kita sukai.
Seseorang yang selalu merasa terburu-buru mungkin secara tidak sadar akan mempercepat waktu makan meskipun tidak ada tenggat waktu yang nyata. Studi yang sama menunjukkan bahwa perilaku makan dibentuk oleh faktor psikologis dan lingkungan.
3. Mereka mungkin kesulitan menyadari sinyal kenyang
Salah satu temuan paling konsisten dalam psikologi makan adalah kebiasaan makan dengan cepat dapat mengurangi waktu bagi sinyal kenyang tubuh mencapai otak. Akibatnya, orang yang makan cepat mungkin terus makan melebihi kebutuhan sebenarnya sebelum menyadari bahwa mereka sudah kenyang.
Kondisi tersebut bukan berarti mereka kurang pengendalian diri. Sebaliknya, pengaturan nafsu makan alami tubuh mereka sudah kesulitan mengimbangi kecepatan makan. Para ahli sering merekomendasikan untuk makan lebih lambat karena hal itu memungkinkan sinyal lapar dan kenyang untuk sampai ke otak.
4. Mereka cenderung memprioritaskan produktivitas daripada momen yang terjadi saat ini
Bagi banyak orang yang makan cepat, kebiasaan ini adalah sesuatu yang harus diselipkan di antara tanggung jawab lain, bukan aktivitas yang layak mendapat perhatian penuh. Mereka mungkin membalas email sambil makan, menggulir layar ponsel, atau tengah mempersiapkan diri secara mental untuk rapat berikutnya.
Psikolog menggambarkan hal tersebut sebagai gaya berpikir yang lebih berfokus pada tugas. Alih-alih sepenuhnya terlibat dengan apa yang terjadi saat ini, perhatian orang-orang yang makan cepat sering diarahkan pada apa yang akan terjadi selanjutnya.
Makan dengan penuh kesadaran melibatkan cara kita memperhatikan rasa, tekstur, rasa lapar, dan rasa kenyang tanpa gangguan. Orang yang makan cepat sering kali memiliki lebih sedikit kesempatan untuk memperhatikan isyarat-isyarat ini karena makanannya sudah habis sebelum mereka sepenuhnya merasakannya.
Para psikolog memandang makan dengan penuh kesadaran sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan. Memperlambat tempo makan mendorong kesadaran yang lebih besar tentang apa yang kita makan dan mengapa kita memakannya, daripada makan tanpa sadar secara otomatis.
6. Mereka biasanya cepat berkembang di lingkungan yang serba cepat
Orang yang secara alami makan dengan cepat sering merasa nyaman dalam jadwal yang sibuk, tempat kerja yang menuntut, atau lingkungan di mana keputusan cepat dihargai. Mereka mungkin menjadi gelisah ketika kehidupan berjalan dengan lambat.
Psikolog memperingatkan bahwa kebiasaan yang dikembangkan di bawah tekanan waktu yang konstan pada akhirnya dapat menjadi sesuatu yang otomatis. Apalagi, penelitian menunjukkan bahwa kepribadian dan gaya hidup sama-sama berkontribusi pada perilaku makan.
Beberapa hal di atas memang bisa menjadi ciri orang makan cepat. Namun, makan cepat tidak boleh dianggap sebagai tes kepribadian ya, Bunda.
Kecepatan makan seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti kebiasaan masa kecil, rutinitas keluarga, jadwal kerja, budaya, tingkat stres, dan bahkan jenis makanan di piring.
Seseorang mungkin makan cepat karena mereka memiliki anak kecil yang harus diasuh, waktu istirahat makan siang yang singkat, atau kebiasaan bertahun-tahun, bukan karena mereka memiliki kepribadian tertentu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)





Comments are closed.