Mubadalah.id – Penyakit menular seksual bukan hanya menjadi masalah perseorangan saja, tetapi juga merupakan persoalan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk membantu mencegah penyebaran penyakit menular ini di lingkungan sekitar:
Pertama, berikan edukasi kepada perempuan maupun laki-laki mengenai berbagai risiko kesehatan akibat penyakit menular seksual.
Manfaatkan setiap kesempatan untuk menyebarluaskan pengetahuan tersebut, misalnya saat warga berkumpul setelah berbelanja di pasar, ketika berada di ruang tunggu puskesmas, atau dalam berbagai kegiatan masyarakat lainnya.
Kedua, dorong kaum laki-laki agar bersedia menggunakan kondom sebagai salah satu cara mencegah penularan penyakit menular seksual. Lakukan diskusi atau pelatihan kelompok mengenai cara memulai percakapan dengan pasangan tentang pentingnya penggunaan kondom dan hubungan seksual yang lebih aman.
Ketiga, upayakan agar kondom berbahan lateks selalu tersedia dan mudah diperoleh masyarakat. Pastikan kondom yang berkualitas dengan harga terjangkau tersedia di toko-toko, apotek, puskesmas, posyandu, klinik keluarga berencana (KB), maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Keempat, jalin kerja sama dengan laki-laki yang bersedia menjadi bagian dari kampanye pencegahan penyakit menular seksual. Berikan pelatihan kepada mereka agar dapat menjadi edukator sebaya dan menyampaikan informasi mengenai penggunaan kondom kepada laki-laki lainnya.
Kelima, dorong kelompok-kelompok masyarakat untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan kesehatan, termasuk penyakit menular seksual dan HIV. Jelaskan cara penularan, langkah-langkah pencegahan, serta risiko yang dapat terjadi apabila penyakit tersebut tidak segera medis tangani.
Keenam, upayakan agar pendidikan mengenai penyakit seksual, termasuk HIV, serta berbagai cara pencegahannya dapat Anda berikan kepada anak-anak dan remaja di sekolah. Pengetahuan tersebut penting agar mereka mampu membuat keputusan yang bertanggung jawab ketika memasuki usia dewasa.
Ketujuh, dorong dan bangkitkan semangat para remaja agar turut menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada teman-teman sebaya mereka.
Edukasi dari sesama remaja sering kali lebih mudah diterima dan dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah penyakit menular seksual. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 364.





Comments are closed.