Arina.id– Kementerian Perhubungan memperkirakan sebanyak 143,9 juta orang bakal melakukan perjalanan pada masa mudik Lebaran 2026 ini. Polri memprediksi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 memuncak pada 14 sampai 15 Maret dan 18 sampai 19 Maret.
Menjelang arus mudik tahunan itu, ada sejumlah hal yang terus diingatkan kepada para pemudik ketika melakukan perjalanan ke kampung halaman. Seperti disampaikan pakar keselamatan jalan raya dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.
Ia menyampaikan beberapa hal yang sebaiknya diantisipasi oleh warga yang hendak mudik Lebaran, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi. “Karakter perjalanan mudik di Indonesia ini ada tiga, seperti waktu, kondisi yang lelah hingga membawa barang yang berlebih,” katanya, Selasa 10 Maret 2026.
Dikutip dari Antara, ia menyampaikan bahwa perjalanan pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan beroda dua maupun kendaraan beroda empat menjelang Lebaran biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pada hari-hari biasa.
“Perjalanan mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Timur itu rata-rata membutuhkan waktu yang lebih lama. Misal kita mau ke Semarang, kalau hari-hari biasa itu bisa ditempuh dengan waktu 6-7 jam saja. Kalau pada momentum mudik Lebaran ini bisa sampai 12 jam lebih,” ujarnya.
Berikut ini 7 hal yang harus dipersiapkan para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi ini, seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Jaga kondisi fisik
Perjalanan yang lebih panjang akan melelahkan bagi pengemudi maupun penumpang kendaraan, apalagi mereka yang sedang berpuasa. “Letih dan lelah menjadi teman perjalanan. Karena waktu yang cukup lama, sehingga muncul masalah tersebut, yang tidak boleh disepelekan oleh pengendara,” kata Jusri.
Guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama mudik, pengguna kendaraan pribadi disarankan menyiapkan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan dan mengatur waktu istirahat selama perjalanan.
2. Jangan bawa barang berlebihan
Orang-orang yang mudik menggunakan kendaraan pribadi biasanya membawa cukup banyak bekal dan oleh-oleh. Jusri menyarankan pemudik mengupayakan barang bawaan tidak melampaui kapasitas muat kendaraan.
“Kebiasaan membawa barang banyak pada saat mudik ini, mengakibatkan dampak buruk bagi kendaraan. Karena muatan berlebih ini dapat mengakibatkan mobil itu cepat rusak dan juga konsumsi BBM menjadi lebih meningkat,” kata dia.
3. Persiapan memeriksa kondisi kendaraan
Persiapan mudik yang pertama adalah memeriksa kondisi kendaraan Anda. Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan. Lakukan servis rutin, periksa oli mesin, rem, dan periksa kondisi ban. Kondisi kendaraan yang baik akan meminimalkan risiko kerusakan di tengah perjalanan.
Bagi pengguna kendaraan listrik, persiapan mudik wajib mencakup pengecekan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik. Cek lokasi SPKLU terdekat sudah dipetakan agar tidak kehabisan daya di tengah perjalanan. Situs seperti PLN Mobile atau aplikasi pemetaan digital bisa membantu menemukan SPKLU sepanjang rute.
Bagi pengguna mobil pribadi saat mudik, jangan lupa untuk membawa peralatan darurat seperti ban cadangan, dongkrak, dan alat-alat dasar lainnya. Selain itu, pastikan isi kartu e-toll agar cukup selama perjalanan Anda.
4. Pantau perkiraan cuaca
Cuaca ekstrem bisa menjadi penghambat perjalanan. Gunakan aplikasi seperti BMKG atau AccuWeather untuk cek cuaca saat mudik di daerah tujuan. Persiapan mudik naik motor atau mobil harus disesuaikan dengan kondisi cuaca, seperti membawa jas hujan atau mengecek kondisi ban.
5. Persiapkan Peta Kuliner
Agar perjalanan lebih menyenangkan, unduh peta kuliner jalur mudik. Peta ini membantu menemukan rest area dengan menu khas daerah, seperti soto Lamongan atau gudeg Jogja. Ini juga menjadi bagian dari persiapan mudik untuk menghindari kelaparan selama di jalan.
6. Membaca Doa Saat Mudik
Sebagai umat Muslim, membaca doa sebelum memulai perjalanan adalah hal yang dianjurkan untuk memohon keselamatan selama perjalanan. Membaca doa berangkat mudik seperti: “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billah”. Doa ini menjadi pelengkap persiapan mudik agar diberi keselamatan.
7. Mempersiapkan Peralatan Mudik
Persiapan barang mudik harus sudah tersedia sebelum berangkat. Siapkan daftar peralatan yang wajib dibawa saat mudik, seperti: koper persiapan mudik, kotak P3K, alat komunikasi, charger, dan peralatan darurat lainnya. Pastikan juga untuk membawa pakaian dan perlengkapan pribadi yang cukup.





Comments are closed.