Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Buaya Tembaga di Teluk Baguala, Cerita Rakyat dari Maluku

Legenda Buaya Tembaga di Teluk Baguala, Cerita Rakyat dari Maluku

legenda-buaya-tembaga-di-teluk-baguala,-cerita-rakyat-dari-maluku
Legenda Buaya Tembaga di Teluk Baguala, Cerita Rakyat dari Maluku
service

23 Januari 2026 17.00 WIB • 2 menit

Legenda Buaya Tembaga di Teluk Baguala, Cerita Rakyat dari Maluku


Legenda Buaya Tembaga di Teluk Baguala adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Maluku. Legenda ini berkisah tentang seekor buaya yang berhasil mengalahkan ular besar yang menjadi teror dan ancaman bagi para hewan lainnya.

Simak kisah dari legenda Buaya Tembaga yang ada di Teluk Baguala tersebut dalam artikel berikut ini.

Legenda Buaya Tembaga di Teluk Baguala, Cerita Rakyat dari Maluku

Dilihat dari artikel Yulhendri, “Buaya Tembaga Teluk Baguala” dalam buku Antologi Cerita Rakyat Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, dahulu kala ada seekor buaya besar yang mendiami Teluk Baguala. Buaya ini dikenal dengan nama Buaya Tembaga.

Masyarakat yang ada di Telaga Baguala sangat menghormati Buaya Tembaga, Mereka selalu membuat Telaga Baguala sebagai tempat yang aman bagi sang buaya.

Suatu ketika di Pulau Buru, hidup seekor ular besar dan jahat. Ular ini berdiam di pohon mintanggor yang ada di tepi pantai.

Keberadaan ular ini membuat kehidupan yang ada di sana menjadi tidak tentram, khususnya bagi para penghuni laut. Berbagai macam ikan dan buaya banyak dihabisi dan dimakan oleh ular besar tersebut.

Para buaya yang ada di Pulau Buru sebenarnya berulang kali berusaha bertarung dengan ular besar itu. Namun sang ular selalu berhasil menang dan menghabisi setiap lawan yang dia hadapi.

Akhirnya para ikan dan buaya melakukan musyawarah untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Mereka memikirkan berbagai cara yang sekiranya bisa dilakukan untuk mengalahkan ular besar tersebut.

Di sela musyawarah, ikan hiu menyampaikan saran dari dirinya. Dia berkata bahwa di Telaga Baguala ada seekor buaya yang dikenal memiliki kekuatan yang mumpuni.

Buaya tersebut dikenal dengan nama Buaya Tembaga. Ikan hiu merasa jika Buaya Tembaga akan bisa mengalahkan ular besar yang mengusik ketentraman di Pulau Buru tersebut.

Akhirnya para ikan dan buaya mengirim utusan menuju Teluk Baguala. Sesampainya di sana, para utusan ini menyampaikan kondisi serta maksud kedatangan mereka pada Buaya Tembaga.

Buaya Tembaga menerima permintaan dari para utusan yang ada datang dari Pulau Buru tersebut. Akhirnya berangkatlah Buaya Tembaga bersama para utusan menuju tempat tersebut.

Sesampainya di sana, Buaya Tembaga disambut dengan baik oleh para hewan yang ada di sana. Dua hari berlalu, hari yang ditentukan pun akhirnya tiba.

Buaya Tembaga langsung mendatangi sarang ular besar. Dengan sombongnya, ular besar memandang remeh kedatangan buaya yang baru dia lihat tersebut.

Tidak butuh waktu lama, pertempuran antara kedua hewan buas ini langsung terjadi. Kedua hewan ini, baik Buaya Tembaga maupun ular besar saling melancarkan serangan antara satu sama lain.

Tanpa terasa, pertarungan tersebut sudah berlangsung selama tiga hari lamanya. Namun belum terlihat tanda-tanda bahwa pertarungan tersebut akan berakhir.

Satu kesempatan, ular besar mencoba melancarkan serangan pada Buaya Tembaga. Namun Buaya Tembaga berhasil menyadari dan menghindarinya dengan cepat.

Pada momen ini, Buaya Tembaga melihat sebuah celah. Dia langsung mengibaskan ekornya dan membuat ular besar tersebut terkapar tak berdaya.

Buaya Tembaga langsung menggigit kepala ular besar tersebut. Akhirnya teror yang ada di Pulau Buru berakhir dengan kematian ular besar tersebut di tangan Buaya Tembaga.

Para hewan di Pulau Buru bersorak dengan riang gembira. Mereka kemudian memberikan tagalaya yang berisi berbagai jenis ikan, seperti ikan parang-parang, make, dan salmaneti sebagai hadiah untuk dibawa pulang Buaya Tembaga ke Teluk Baguala.

Ikan-ikan yang menjadi hadiah ini kemudian beranak pinak di Telaga Baguala. Konon menurut kepercayaan masyarakat jika Buaya Tembaga menampakkan wujudnya, maka ikan-ikan tersebut akan muncul dengan melimpah di Telaga Baguala.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.