Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. 14 Spesies Megafauna Ditemukan di Perairan Sulawesi Utara, Ada Paus Berparuh!

14 Spesies Megafauna Ditemukan di Perairan Sulawesi Utara, Ada Paus Berparuh!

14-spesies-megafauna-ditemukan-di-perairan-sulawesi-utara,-ada-paus-berparuh!
14 Spesies Megafauna Ditemukan di Perairan Sulawesi Utara, Ada Paus Berparuh!
service

14 Spesies Megafauna Ditemukan di Perairan Sulawesi Utara, Ada Paus Berparuh!


Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama organisasi eksplorasi laut global OceanX berhasil mengidentifikasi 14 spesies megafauna dalam misi “OCEANX–BRIN Collaborative Deep-sea Research and Capacity Building Program 2025 – Mission Leg 2”. 

Ekspedisi ini berlangsung pada 5–24 Januari 2026 dan menjadi salah satu upaya penting dalam memperkuat pemahaman ilmiah tentang keanekaragaman hayati laut di perairan Sulawesi Utara, kawasan yang dikenal sebagai bagian dari pusat biodiversitas laut dunia.

14 Spesies Megafauna Teridentifikasi

Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto, menjelaskan bahwa Leg kedua misi ini berfokus pada kajian biodiversitas, oseanografi, pengamatan laut, serta fish aggregating device (FAD) atau rumpon. 

Ia menegaskan penguatan ekosistem kapal riset nasional menjadi prioritas untuk mencapai kemandirian eksplorasi laut Indonesia. Tahap akhir misi ini dilakukan di perairan utara Sulawesi Utara sebelum kapal riset bersandar di Pelabuhan Bitung pada 24 Januari 2026.

Berdasarkan laporan ROV Program Lead OceanX, Andrew Craig, penelitian yang dilakukan dari kapal OceanXplorer berhasil mengidentifikasi 14 spesies megafauna. 

Peneliti mamalia laut BRIN, Sekar Mira, merinci temuan tersebut terdiri atas 10 spesies mamalia laut, dua spesies hiu, dan dua spesies penyu. Identifikasi dilakukan melalui kombinasi pengamatan udara menggunakan helikopter kapal serta analisis data lapangan lainnya.

Temuan Paus Sperma hingga Paus Berparuh

Dalam pengamatan tersebut, tim menemukan beberapa jenis mamalia laut penting, termasuk paus sperma dan paus berparuh. Paus sperma dikenal sebagai mamalia laut penyelam terdalam yang memiliki peran ekologis signifikan dalam menjaga keseimbangan rantai makanan laut dalam.

Sementara itu, paus berparuh merupakan kelompok paus yang relatif jarang teramati karena kebiasaannya hidup di perairan laut dalam dan jarang muncul ke permukaan.

Sekar Mira mengungkapkan salah satu temuan yang paling menarik adalah indikasi keberadaan Indopacetus pacificus atau paus paruh Longman. 

“Jika terkonfirmasi, ini akan menjadi catatan baru bagi daftar biodiversitas di perairan Indonesia,” ujarnya, dikutip dari BRIN. Penemuan ini penting karena spesies tersebut masih minim data global dan jarang tercatat secara langsung di berbagai wilayah laut.

Pemanfaatan Teknologi eDNA Metabarcoding

Selain metode observasi visual, penelitian ini juga menggunakan teknologi environmental DNA (eDNA) metabarcoding. Teknologi ini memungkinkan ilmuwan mendeteksi keberadaan spesies laut melalui residu genetik yang tertinggal di air. 

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Andhika Prima Prasetyo, menjelaskan pendekatan ini memberikan cara baru untuk mempelajari distribusi megafauna laut tanpa mengganggu habitatnya.

Ekspedisi ini didukung oleh dua unit kapal selam berawak, yaitu Nadir dan Neptune. Peneliti Indo Ocean Foundation, Ilham, menjelaskan Nadir difokuskan pada dokumentasi visual dan media, sementara Neptune diarahkan untuk kepentingan ilmiah dengan berbagai peralatan pengambilan sampel laut dalam.

Sulawesi Utara dengan Biodiversitas Laut yang Kaya

Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan tingkat biodiversitas laut yang sangat tinggi, mencakup terumbu karang, padang lamun, dan ekosistem laut dalam, serta berperan penting dalam jalur migrasi paus di kawasan Pasifik Barat.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN sekaligus Lead Scientist ekspedisi, Pipit Pitriana, menegaskan bahwa hasil penelitian ini akan menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan rekomendasi kebijakan konservasi laut.

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Oktavian, mengapresiasi ekspedisi ini dan menekankan pentingnya dokumentasi serta penyimpanan sampel sesuai standar nasional, sekaligus menegaskan komitmen BRIN untuk melanjutkan riset laut dengan kapal dan peralatan berstandar tinggi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.