Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Ketua MPR: Cara Kiai NU Menenangkan Umat Jadi Kunci Bangsa Bertahan di Tengah Krisis

Ketua MPR: Cara Kiai NU Menenangkan Umat Jadi Kunci Bangsa Bertahan di Tengah Krisis

ketua-mpr:-cara-kiai-nu-menenangkan-umat-jadi-kunci-bangsa-bertahan-di-tengah-krisis
Ketua MPR: Cara Kiai NU Menenangkan Umat Jadi Kunci Bangsa Bertahan di Tengah Krisis
service

Jakarta, NU Online 

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menegaskan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga bangsa Indonesia terletak pada peran para kiai. Menurutnya, ulama NU mampu menenangkan umat dan rakyat dalam berbagai situasi krisis termasuk saat bencana dan gejolak sejarah.

“Itulah cara NU menenangkan umatnya, itulah cara NU menenangkan rakyatnya,” kata Muzani pada puncak peringatan Harlah ke-100 Masehi NU yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, sejak awal berdiri, NU tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai penyangga ketenangan sosial dan spiritual bangsa. Peran itu terus dijalankan para kiai melalui pengajaran agama, doa-doa, dan keteladanan yang hidup di tengah masyarakat.

Muzani mengingatkan bahwa NU genap berusia 100 tahun berdasarkan kalender Masehi pada 31 Januari 2026. Ia menyebut usia NU bahkan lebih tua dibandingkan Republik Indonesia.

“NU hari ini usianya 100 tahun, lebih tua dari Republik Indonesia, yang baru akan memperingati 100 tahun pada 2045, 19 tahun lagi,” ujarnya.

Ia menggambarkan kondisi bangsa saat NU didirikan masih diliputi kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, dan penjajahan. Namun, para ulama dan kiai memiliki kesadaran tinggi terhadap nasib rakyat dan bangsa.

“Kesadaran para ulama dan kiai akan bangsanya, akan rakyatnya, akan umatnya, itulah yang kemudian melahirkan Nahdlatul Ulama,” katanya.

Sejak berdiri, NU telah menanamkan kesadaran untuk melawan penjajahan melalui pesantren dan pengajaran agama. Spirit perlawanan itu kemudian diwujudkan dalam berbagai organisasi kepemudaan.

Ia juga menyinggung lagu Yalal Wathon yang diciptakan para ulama jauh sebelum kemerdekaan sebagai sarana menanamkan semangat cinta tanah air di pesantren dan sekolah.

Setelah Indonesia merdeka, Muzani menegaskan tugas NU tidak berhenti. NU terus hadir menjaga keutuhan bangsa, termasuk saat menghadapi ancaman ideologi dan bencana alam.

“Ketika Indonesia menghadapi berbagai bencana, para kiai menenangkan rakyatnya. Kiai menyampaikan bahwa bencana ini datang dari Allah, bahwa ini ujian kesabaran,” ucapnya.

Ia menyebut ketenangan umat itu dibangun melalui berbagai tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat NU.

“Doa-doa dipanjatkan di langgar-langgar, mushala-mushala, majelis taklim, ada istighasah, yasinan, tahlilan, zikir, shalawatan. Semua dilakukan untuk keselamatan bangsa dan negara,” katanya.

Menurut Muzani, ketenangan spiritual itulah yang membuat bangsa Indonesia tetap bertahan dan bersatu hingga hari ini.

“Barangkali itulah yang menyebabkan kita masih kuat, masih bersatu sampai sekarang,” ujarnya.

Muzani menegaskan bahwa negara membutuhkan NU yang kuat. Menurutnya, kekuatan NU juga berkaitan dengan kesejahteraan warganya. “Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat,” tegasnya.

Ia menambahkan, NU yang sehat, sejahtera, dan mandiri akan menjadi penopang penting bagi ketahanan nasional, sejalan dengan doa para ulama agar bangsa Indonesia memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.