Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Indonesia Mulai Susun Proyek Konkret B57+ di Asia Pasifik

Indonesia Mulai Susun Proyek Konkret B57+ di Asia Pasifik

indonesia-mulai-susun-proyek-konkret-b57+-di-asia-pasifik
Indonesia Mulai Susun Proyek Konkret B57+ di Asia Pasifik
service

KABARBURSA.COM — Peluncuran B57+ Asia-Pacific Regional Chapter dalam rangkaian Indonesia Economic Summit (IES) 2026 pada 3-4 Februari 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, tak ingin berhenti sebatas seremoni. Setelah inisiatif itu resmi diperkenalkan, pemerintah bersama kalangan dunia usaha kini mulai menyiapkan langkah lanjutan berupa proyek-proyek nyata yang dapat segera dieksekusi.

Fokus utamanya adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat penghubung perdagangan dan investasi dunia Islam di kawasan Asia Pasifik. Melalui platform B57+, Indonesia berambisi menghubungkan pelaku usaha, sumber pembiayaan, serta jaringan pasar lintas negara Islam yang selama ini masih terfragmentasi.

Roundtable B57+ yang digelar Indonesian Business Council (IBC) pada hari kedua, Rabu, 4 Februari 2026, mempertemukan pemerintah, pelaku bisnis, dan mitra internasional untuk merumuskan peta jalan konkret tersebut. Diskusi ini menyoroti besarnya potensi ekonomi dunia Islam yang hingga kini belum terhubung secara optimal, baik dari sisi perdagangan intra-negara Islam maupun arus investasi jangka panjang.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai bahwa B57+ bukan sekadar platform bisnis, tetapi sejalan dengan nilai-nilai fundamental ekonomi Islam yang berbasis keadilan dan keterkaitan dengan sektor riil.

“Ekonomi halal merupakan salah satu penggerak penting perekonomian Indonesia. Dengan basis pasar yang besar dan terintegrasi dari hulu ke hilir, ekonomi halal mampu mendorong pertumbuhan, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global,” ujarnya.

Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid, menegaskan B57+ Asia-Pacific Regional Chapter tidak dirancang sebagai forum diskusi tanpa ujung. Sebaliknya, inisiatif ini diarahkan untuk menghasilkan kerja sama bisnis yang nyata dan terukur.

“B57+ tidak berhenti di diskusi. Inisiatif ini diarahkan untuk membuka jalur perdagangan dan investasi yang nyata, mulai dari kemitraan, pembiayaan, hingga proyek bersama yang bankable dan menarik bagi investor global,” kata Arsjad.

Menurutnya, dunia Islam memiliki skala pasar yang sangat besar—baik dari sisi populasi, konsumsi, maupun basis produksi—namun masih terpecah dari sisi konektivitas. Tanpa wadah yang terstruktur, potensi tersebut sulit diterjemahkan menjadi transaksi ekonomi riil.

Karena itu, B57+ diposisikan sebagai platform bisnis yang praktis, inklusif, dan berorientasi pada eksekusi. Targetnya bukan lagi menghasilkan deklarasi, melainkan menciptakan proyek konkret lintas negara.

Arsjad menilai Indonesia memiliki keunggulan strategis untuk memimpin inisiatif ini. Letak geografis, ukuran pasar, serta kredibilitas institusional membuat Indonesia layak menjadi simpul utama kerja sama ekonomi Islam di Asia Pasifik.

Dari perspektif global, langkah Indonesia mendapat dukungan kuat. President of the Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) sekaligus Chairman of the Federation of Saudi Chamber of Commerce, Abdullah Saleh Kamel, menyebut pembentukan B57+ Asia-Pacific Regional Chapter sebagai terobosan penting.

“B57+ menyediakan kerangka yang lebih praktis bagi pelaku usaha di negara-negara Islam untuk saling terhubung. Peran Indonesia sangat vital dalam membangun jembatan perdagangan dan investasi lintas kawasan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa komunitas bisnis internasional melihat Indonesia bukan sekadar peserta, melainkan motor penggerak integrasi ekonomi Islam di kawasan ini.

Dukungan ICCD juga membuka peluang bagi Indonesia untuk mengakses jaringan bisnis lintas benua, mulai dari Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Afrika—pasar-pasar yang selama ini belum tergarap optimal oleh pelaku usaha nasional.

Sektor Prioritas

Setelah resmi diluncurkan pada 3 Februari 2026, B57+ Asia-Pacific Regional Chapter kini mulai diarahkan pada sektor-sektor prioritas. Salah satu fokus utama adalah industri makanan dan minuman halal, yang memiliki nilai pasar sangat besar di kawasan.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum, skala ekonomi halal Asia Pasifik pada sektor makanan dan minuman saja telah mencapai USD524,38 miliar. Angka ini menunjukkan besarnya ruang ekspansi bagi produk-produk halal Indonesia.

Melalui B57+, pemerintah dan pelaku usaha ingin memastikan bahwa potensi tersebut tidak hanya dinikmati pemain global, tetapi juga mampu dimanfaatkan oleh produsen dalam negeri, termasuk UMKM.

Selain sektor makanan halal, inisiatif ini juga akan menyentuh pembiayaan syariah, pariwisata ramah Muslim, logistik halal, hingga pengembangan rantai pasok lintas negara.

Menghubungkan Produsen, Pembiayaan, dan Pasar

Konsep besar B57+ sebenarnya sederhana, yakni menghubungkan tiga elemen kunci ekonomi halal—produsen, sumber pembiayaan, dan pasar. Selama ini ketiganya sering berjalan sendiri-sendiri, tanpa orkestrasi yang terpadu.

Melalui koordinasi regional yang lebih kuat, B57+ diharapkan menjadi katalis untuk menciptakan ekosistem yang lebih efisien. Produsen Indonesia dapat lebih mudah menemukan mitra dagang, investor memperoleh proyek yang bankable, sementara pasar di negara-negara Islam mendapatkan akses produk yang lebih luas.

Sebagai bagian dari rangkaian IES 2026, forum ini juga melibatkan negara mitra non-Islam yang memiliki kepentingan strategis dalam rantai nilai global. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa ekonomi halal bukan konsep eksklusif, melainkan ekosistem bisnis yang terbuka.

Bagi Indonesia, B57+ adalah alat strategis untuk mewujudkan ambisi yang lebih besar untuk bertransformasi dari sekadar pasar konsumsi menjadi pusat penggerak perdagangan dan investasi.

Melalui platform ini, Indonesia ingin memosisikan diri sebagai connecting hub antara Asia Pasifik dan dunia Islam, dengan pendekatan yang pragmatis dan berorientasi kebutuhan dunia usaha. Jika rencana-rencana konkret yang kini sedang disusun benar-benar terealisasi, B57+ dapat menjadi jembatan baru bagi ekspansi produk halal Indonesia ke pasar global.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.