Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Berusia 2,5 Abad, Ini Rumah Joglo di Gunungkidul yang Pernah Disinggahi Jenderal Sudirman

Berusia 2,5 Abad, Ini Rumah Joglo di Gunungkidul yang Pernah Disinggahi Jenderal Sudirman

berusia-2,5-abad,-ini-rumah-joglo-di-gunungkidul-yang-pernah-disinggahi-jenderal-sudirman
Berusia 2,5 Abad, Ini Rumah Joglo di Gunungkidul yang Pernah Disinggahi Jenderal Sudirman
service

7 Februari 2026 10.43 WIB • 2 menit

Berusia 2,5 Abad, Ini Rumah Joglo di Gunungkidul yang Pernah Disinggahi Jenderal Sudirman


Rumah Joglo yang berlokasi di Gunungkidul, DI Yogyakarta ini bukan hanya bangunan biasa. Usia rumah joglo ini ternyata sudah mencapai 250 tahun.

Bangunan yang berlokasi di Jalan Gunungkidul-Pracimantoro, tepatnya di Padukuhan Trengguno, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong ini masih terlihat kokoh. Di depan rumahnya cukup asri dengan ditumbuhi rumput dan beberapa pohon.

Rumah ini seperti halnya rumah jaman dulu yang seluruh dinding terbuat dari kayu dan anyaman bambu. Walau tak ada cat ataupun pernis untuk mengkilapkan kayu yang berusia ratusan tahun, dan dibiarkan warna asli tak membuat wibawa rumah ini luntur.

Rumah ini sekarang ditempati oleh FA Suwardi (78) dan adiknya yang membenarkan bahwa rumah joglo tersebut lebih dari satu abad. Hampir seluruh bagian rumah joglo berbahan kayu jati.

“Ini (joglo) pindahan dari rumah simbah saya, tahun 1959. Nah, kalau rumah joglo ini umurnya sudah 250 tahun,” ungkapnya yang dimuat dari Detik.

Walau telah berusia 2,5 abad, rumah ini belum pernah direnovasi secara menyeluruh. Hanya bagian bagian belakangnya terdapat rumah kampung ini.

“Belum ada yang diganti untuk kayu-kayu pada joglo ini. Paling hanya memperbaiki genting saja, seperti tadi saya baru saja memperbaiki genting,” katanya.

Pernah ingin dibeli turis Jepang dan Amerika Serikat

Rumah joglo ini sekarang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Hal ini terlihat dari papan yang bertuliskan Bangunan Cagar Budaya, Rumah Tradisional Suwardi Berdasarkan keputusan surat Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor: 434/KPTS/2018.

Karena itu terkait perawatan, Suwardi mengaku tidak begitu sulit. Terlebih, saat ini Suwardi tinggal bersama adik kandungnya.

“Kalau perawatan ya paling hanya memperbaiki genting yang rusak, dan biaya perawatan dari Dinas Kebudayaan,” ucapnya.

Walau begitu, pernah ada turis yang ingin membeli rumahnya. Tetapi dirinya menegaskan tidak akan menjual rumah bersejarah tersebut.

“Pernah dulu itu ada turis Jepang dan Amerika ke sini, tanya rumah ini dijual tidak, lha langsung saya jawab tidak,” ujarnya.

Suwardi mengatakan, rumah ini merupakan warisan yang akan terus dijaga. Karena itu, dirinya menyatakan sampai kapanpun tetap harus dijaga.

Pernah disinggahi Jenderal Sudirman

Pria yang sehari-hari bekerja di ladang ini menceritakan Jenderal Soedirman pernah singgah di rumahnya saat gerilya. Mengingat rute perang gerilya Soedirman saat itu lewat depan rumahnya.

“Dulu-dulunya pernah rute Jenderal Soedirman, lewat sini lantas ganti tandu di sini. Tapi bukan rumah ini, masih rumah limasan dulu,” kata Suwardi.

Dia masih mengingat ketika itu Jenderal Soedirman membawa satu kursi di rumahnya untuk digunakan duduk di dalam tandu. Menurutnya, kursi tersebut berbentuk tinggi pada sandarannya.

“Kalau barang-barang Pak Dirman tidak ada yang masih di sini. Tapi kursi sini ada yang dibawa untuk ganti tandu, mungkin sekarang ada di Monjali sana,” ucapnya.

“Itu kursi biasa, tapi belakangnya agak tinggi itu,” lanjut Suwardi.

“Ya untuk Jenderal Soedirman tadi sehingga di sini jadi cagar budaya,” imbuhnya soal rumah joglonya jadi bangunan cagar budaya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.