Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Bernafsu Puasa

Bernafsu Puasa

bernafsu-puasa
Bernafsu Puasa
service

Manusia hadir di hamparan semesta bukan sebagai kecelakaan kosmik, melainkan sebagai tajalli Allah. Kita diciptakan dari “Cipratan Cinta” Ilahi untuk memikul mandat ganda yang agung: sebagai Abdullah yang tunduk menghamba di hadapan-Nya, dan sebagai Khalifah yang “gagah berani” mengelola bumi dengan kasih sayang.

Dunia ini, dalam kacamata Maiyah, hanyalah laboratorium ujian sementara. Sebuah terminal transit untuk sekadar “mampir ngombe” (singgah minum). Kita tidak sedang membangun istana abadi di sini, melainkan sedang menanam benih-benih kebaikan, merajut nilai, dan menabung bekal ruhani untuk menempuh perjalanan pulang menuju kampung halaman sejati di keabadian. Menjalankan laku Sangkan Paraning Dumadi–innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun.

Untuk menempuh perjalanan yang terjal dan penuh tikungan ini, Allah tidak membiarkan kita berjalan dengan tangan kosong. Dia membekali manusia dengan sangu kendaraan terlengkap. Mobilnya adalah Tubuh. Mesinnya adalah Nafsu (energi). Setirnya adalah Akal (pengarah teknis). ​Sopirnya adalah Hati (pemimpin). Bensinnya adalah Makanan/Rezeki. ​Petanya adalah Al-Qur`an.

Mobil yang paling cepat bukanlah yang mesinnya paling besar, tapi yang remnya paling pakem. Tanpa rem, kecepatan adalah kehancuran. Puasa adalah rem itu. Namun, meski sudah memiliki rem, kecelakaan hidup masih bisa terjadi ketika “Mesin” (Nafsu) mengambil alih setir, atau “Setir” (Akal) mengabaikan Peta, sementara “Sopir” (Hati) tertidur lelap.

Puasa–sebuah seni mengerem–juga memiliki batas. Puasa pun harus Imsak. Hanya hingga maghrib tiba. Karena bila kita lanjutkan puasa melewati batas itu, selebihnya hanya nafsu.

Maka dari itu, Mbah Nun mengajak kita untuk waspada. Bahkan terhadap puasa itu sendiri. Apakah puasa memang teknologi pengendali yang memastikan kita memegang kendali penuh atas “gas” nafsu. Atau malah justru sebaliknya, menjadi bernafsu ngelakoni–yang katanya sih–puasa dan puasa sungguhan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.