Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Quraish Shihab: Puasa dan Real Madrid

Quraish Shihab: Puasa dan Real Madrid

quraish-shihab:-puasa-dan-real-madrid
Quraish Shihab: Puasa dan Real Madrid
service

Kita belum selesai membaca buku. Di tangan, buku kecil terbitan Republika berjudul Panduan Puasa Bersama Quraish Shihab (2000). Buku lawas dan laris. Di sampul depan, kita melihat wajah ulama itu sumringah. Ia tampak berpesan: puasa mencipta indah dan membahagiakan.

Quraish Shihab mengungkapkan:

“Bulan Ramadhan adalah bulan suci. Ia diibaratkan sebagai lahan yang subur, yang siap ditaburi benih-benih kebajikan. Semua orang dipersilakan menabur, kemudian pada waktunya menuai hasil sesuai dengan benih yang ditanamnya. Bagi yang lalai, tanah garapannya hanya akan ditumbuhi rerumputan yang tidak berguna. Dari sini, sangat penting memanfaatkan lahan itu dan penting pula memilih benih yang ditabur.”

Penjelasan berselera agraris. Kita merasa digampangkan untuk mengerti keistimewaan Ramadhan melalui ibarat.

Pada 18 Februari 2026, Quraish Shihab mungkin tambah sumringah. Ia tak sedang berceramah atau mengingat tulisan-tulisan lama bertema Ramadhan. Ajakan agar kita mengibaratkan sedang menabur benih dan menuai hasil selama Ramadhan memberi rujukan bila ingin ikut sumringah. 

Pagi mendung saat orang-orang berbeda pendapat dalam menentukan awal Ramadhan, Quraish Shihab justru sedang berbahagia. Real Madrid mengalahkan Benfica! Vini mencetak satu gol indah. Berita itu penting bila menilik biografi Quraish Shihab. Kini, ia berhak membuat ibarat untuk Ramadhan dengan masalah-masalah dalam sepak bola. Semula, ia mungkin berdebar mengetahui nasib Real Madrid menempuh jalan terjal di Liga Champions. Kemenangan di pertemuan awal sedikit memberi impian agar Real Madrid kelak menambah koleksi piala menjadi enam belas. Terjal dan lelah itu gara-gara Benfica. 

Kita menantikan dan mengandaikan Quraish Shihab memberi penjelasan pendek mengenai puasa dan sepak bola. Kita mesti bersabar menunggu tema itu muncul dalam ceramah atau percakapan. 

Di majalah Tempo, 12 Juli 2015, Quraish Shihab ditampilkan dalam tulisan panjang dengan awalan sepak bola. Dulu, ia rajin tampil di televisi memberi ceramah. Sosok diakrabi jutaan penonton. Kita mengutip keistimewaan ulama itu saat wawancara bareng wartawan: “Jangan tertipu oleh gaya serius di televisi. Tema pembuka obrolan: sepak bola.” Tersaji petikan omongan Quraish Shihab mengenai Copa America 2015. Ia penggemar Brasil. 

Kita mencatat ia tak sekadar penggemar atau penonton siaran pertandingan sepak bola di televisi. Kita diajak mengenang saat ia masih muda dan belajar di Mesir. Di sela studi, ia berada di lapangan hijau:

“Di Mesir, saya mulai aktif bermain bola. Saya tidak tahu darah olahraga ini turun dari Aba atau Emma. Sebab, saya tidak pernah melihat Aba berolahraga. Paling jalan kaki jauh sekali, dari rumah ke kantor. Dengan Alwi (adik), saya gagas klub bola bersama Bu’uts. Pemainnya penghuni asrama Madianh al Bu’uts. Di klub ini ada Gus Mus (A Mustofa Bisri) dan Abdullah Syukri Zarkasy.” Pada saat berkeringat di lapangan, Quraish Shihab merasakan sehat dan bahagia.  

Masa lalu belum memicu untuk pembuatan buku khusus bertema agama dan sepakbola. Ia telah menerbitkan belasan judul buku tapi belum mementingkan sepakbola. Pada usia tua, sepakbola mungkin sekadar nostalgia. Ia mengingat kebahagiaan: “Saat ulang tahun, Zamalek mengundang klub pujaan saya, Real Madrid. Tentu saja saya senang. Siapa pun tahu Alfredo Di Stefano, pemain terbaik dunia 1957 dan 1959, bermain di sana. Jauh-jauh hari, saya menyisihkan uang untuk tiket yang harganya 5 pound sterling, sementara uang beasiswa saya hanya 7 pound sterling. Saya harus mengatur uang secara ketat. Apalagi saya hidup di Mesir tanpa biaya dari orang tua.” Ia menonon secara langsung meski cuma di Mesir, bukan di Spanyol.

Sejak lama, ia memang menemukan kebahagiaan dalam sepak bola. Pada masa tua, ia memberi daftar hiburan: (1) menulis; (2) berenang bareng cucu; (3) menonton sepak bola. Nostalgia itu makin memberi girang saat Quraish Shihab mengetahui kemenangan Real Madrid atas Benfica. Ia mungkin berharap Real Madrid menang lagi dalam pertemuan kedua, melaju di Liga Champions dan berhasil mengangkat piala. Kita penasaran dengan ulasan dan doa diucapkan Quraish Shihab untuk Real Madrid.

Kita jangan berlebihan berharap Quraish Shihab memberi ceramah panjang mengenai sepakbola diakaitkan puasa. Sekian tahun, kita sudah terbiasa dengan omongan pengamat atau tulisan di berita menggunakan istilah “puasa gelar”. Di La Liga, Real Madrid berada di posisi teratas. Klub tenar itu bakal bisa menghindari “puasa gelar”. Kita pun mulai mengetahui pertandingan-pertandingan di liga-liga besar Eropa selama Ramadhan memberi jeda bagi para pemain untuk berbuka puisi di pinggir lapangan. Quraish Shihab paham ada pemain-pemain beragama Islam di Real Madrid.

Di babak akhir, kita membuka buku besar dan tebal berjudul Cahaya, Cinta, dan Canda M Quraish Shihab (2015) susunan Mauluddin Anwar, Latief Siregar, dan Hadi Mustofa. Pada masa muda, posisi Quraish Shihab dalam permainan sepak bola: bek dan gelandang. Ia jarang mencetak gol. Selama di Mesir, pujian diberikan kepada adik (Alwi Shihab) di beda posisi: “Alwi sering memasukkan bola ke gawang karena piawai menipu kiper.” Kita berimajinasi bila terjadi gol. Quraish Shihab mungkin ikut loncat, berlari, dan teriak. Kini, ia tak perlu berteriak bila melihat Real Madrid sering menang di La Liga dan Liga Champions. Ia cukup mesem dan tepuk tangan saja. Kebahagiaan itu terasa makin indah saat kemenangan Real Madrid berada di babak awal Ramadhan. Begitu.


$data['detail']->authorKontri->kontri”>                       </p>
<p><a href=Bandung Mawardi
Esais. Pegiat literasi di Kuncen Bilik Literasi, Karanganyar, Jawa Tengah

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.