Tue,1 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Perpol 10/2025 Belum Dicabut, Polisi di Jabatan Sipil Masih Langgeng, Koalisi Tagih Komitmen Reformasi Polri

Perpol 10/2025 Belum Dicabut, Polisi di Jabatan Sipil Masih Langgeng, Koalisi Tagih Komitmen Reformasi Polri

perpol-10/2025-belum-dicabut,-polisi-di-jabatan-sipil-masih-langgeng,-koalisi-tagih-komitmen-reformasi-polri
Perpol 10/2025 Belum Dicabut, Polisi di Jabatan Sipil Masih Langgeng, Koalisi Tagih Komitmen Reformasi Polri
service

Jakarta, NU Online

Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 (Perpol 10/2025) yang mengatur kemungkinan anggota Polri menduduki jabatan di 17 kementerian atau lembaga hingga kini masih berlaku. Aturan tersebut ditandatangani Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo pada 9 Desember 2025.

Sejumlah kalangan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan aturan itu. Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan pencabutan Perpol 10/2025 menjadi ujian komitmen presiden terhadap agenda reformasi Polri.

“Presiden mesti membuktikan bahwa komitmennya untuk reformasi Polri bukan sekadar omon-omon dan sandiwara belaka,” tulis keterangan Koalisi yang diterima NU Online, Jumat (20/2/2026).

Koalisi menilai, pengesahan KUHAP yang dinilai bermasalah justru memperkuat kewenangan Polri dan berpotensi membuka ruang penyalahgunaan wewenang. Mereka mendesak Kapolri segera membatalkan Perpol 10/2025 serta menghentikan kebijakan yang dianggap bertentangan dengan hukum, konstitusi, dan semangat reformasi.

Selain itu, Koalisi meminta DPR RI menjalankan fungsi pengawasan terhadap kepolisian dan mengevaluasi Kapolri secara serius.

Koalisi juga mendesak Kapolri untuk mundur atau Presiden mencopotnya karena dinilai gagal mendorong reformasi dan justru menerbitkan kebijakan kontroversial.

Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Negeri Lampung (Unila), Prof. Rudy, meminta pemerintah membatalkan Perpol 10/2025. Ia menilai aturan tersebut bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 114/PUU-XXIII/2025.

“Pemerintah dalam hal ini Presiden seharusnya menegur Kapolri dan meminta pembatalan Perpol tersebut karena Putusan MK telah menegaskan norma umum yang secara konstitusional harus dipatuhi oleh peraturan sekelas Perpol,” ujarnya kepada NU Online, Selasa (16/12/2025).

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, juga menilai penerbitan Perpol itu menunjukkan ketidaktaatan terhadap hukum. Ia menyoroti bahwa aturan tersebut diterbitkan setelah Mahkamah Konstitusi menegaskan larangan penempatan anggota Polri aktif di jabatan sipil tanpa pengunduran diri atau pensiun.

“Perpol ini jelas melanggar dan memperlihatkan ketidaktaatan kepada hukum oleh penegak hukum,” kata Usman.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.