Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Ramai soal LPDP, Tasya Kamila Laporkan Kontribusi ke Indonesia Usai Terima Beasiswa

Ramai soal LPDP, Tasya Kamila Laporkan Kontribusi ke Indonesia Usai Terima Beasiswa

ramai-soal-lpdp,-tasya-kamila-laporkan-kontribusi-ke-indonesia-usai-terima-beasiswa
Ramai soal LPDP, Tasya Kamila Laporkan Kontribusi ke Indonesia Usai Terima Beasiswa
service

Jakarta

Program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menjadi sorotan publik. Hal ini dipicu pernyataan kontroversial alumni penerima beasiswa berinisial DS terkait kewarganegaraan anaknya.

Dalam video yang diunggah di Instagram, DS melontarkan ucapan, ‘cukup saya yang WNI, anak jangan’. Ucapan tersebut menimbulkan polemik di kalangan masyarakat dan viral di media sosial.

Perlu diketahui, LPDP merupakan beasiswa yang diberikan pemerintah Indonesia kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan studi di dalam atau luar negeri. Dilansir detikcom, seorang penerima beasiswa LPDP wajib mengabdi sebanyak dua kali masa studi di Indonesia.

Banyak anak bangsa menerima beasiswa LPDP untuk melanjutkan studinya. Beberapa di antaranya adalah artis atau figur publik terkenal Tanah Air, Bunda.

Salah satu penerima beasiswa LPDP yang dikenal publik adalah mantan penyanyi cilik, Tasya Kamila. Bunda dua anak ini pernah mendapatkan beasiswa LPDP untuk menempuh pendidikan S2 di Columbia University, Amerika Serikat.

“Terima kasih @lpdp_ri atas kepercayaannya. Alhamdulillah telah selesai masa bakti. Bismillah, jangan lelah mencintai negeri. Kita semua punya tempat untuk berkontribusi,” tulis Tasya di Instagram @tasyakamila. 

Polemik soal beasiswa LPDP membuat Tasya Kamila buka suara. Sebagai penerima beasiswa ini, Tasya menjawab pertanyaan sejumlah netizen tentang kontribusinya ke Indonesia usai menerima beasiswa.

Dalam unggahan di Instagram, perempuan 33 tahun ini mengungkap alasannya bicara ke publik. Tasya menganggap publik berhak tahu tentang kontribusinya usai mendapatkan beasiswa lantaran biaya pendidikannya dibiayai oleh negara.

“Buatku, kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau “investasi” kita semua melalui APBN dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia menghasilkan output yang baik buat bangsa. Untuk itu, izinkan aku melaporkan apa saya yang sudah ku lakukan selama periode masa bakti LPDP dalam berkontribusi pada bangsa,” tulisnya.

Tasya menjalani masa kuliah S2 di jurusan Public Administration in Energy and Enviromental Policy di Columbia University selama periode 2016-2018. Tasya memilih jurusan tersebut lantaran memiliki ketertarikan di bidang lingkungan hidup dan perumusan kebijakan publik. Ia juga pernah terpilih sebagai Duta Lingkungan Hidup pada tahun 2005.

Selama masa perkuliahan, Tasya aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB. Ia juga pernah menjadi bendahara organisasi Mahasiswa Asia Tenggara di kampus dan magang di Kementerain ESDM.

Bentuk tanggung jawab Tasya selama masa bakti LPDP

Setelah lulus kuliah, Tasya kembali ke Indonesia dan menjalani masa bakti dari tahun 2018 sampai 2023. Dalam keterangannya, Tasya menjelaskan bahwa LPDP tidak menuliskan secara eksplisit bentuk ‘kontribusi untuk Indonesia’ selama Masa Bakti.

“Menurutku, LPDP percaya bahwa Awardee-nya memiliki cara dan kapasitas masing-masing untuk berkontribusi,” kata Tasya.

Lantas, apa saja bentuk tanggung jawab dan kontribusi Tasya selama masa bakti LPDP?

Di masa bakti ini, Tasya mengaku dirinya menjadi jembatan antara pemerintah dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik. Setelah lulus, Tasya juga tetap aktif menjadi Duta Lingkungan Hidup dan bekerjasama dengan berbagai kementerian serta lembaga untuk sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait program pemerintah.

Tasya pernah melakukan gerakan akar rumput dengan yayasan lingkungan. Ia juga sempat memperdayakan pemuda Indonesia melalui talkshow hingga workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan.

Selama masa baktinya, Tasya sempat menjadi pengajar untuk sebuah platform pendidikan online. Ia mengajar geografi/ lingkungan dan Bahasa Inggris untuk tingkat SMA, Bunda

Di dunia musik, Tasya juga menjalani perannya selama masa bakti LPDP. Perempuan kelahiran Jakarta ini berperan aktif dalam industri kreatif Indonesia dan ikut melestarikan lagu anak Indonesia.

Terakhir, Tasya memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk berbagi informasi seputar parenting, tumbuh kembang anak, dan kesehatan. Hal tersebut dilakukan Tasya untuk mendukung salah satu program pemerintah, yakni menciptakan Generasi Emas Indonesia.

Dalam unggahan ini, Tasya juga mengunggah foto-foto aktivitasnya selama menjalani masa bakti LPDP, Bunda. Menurut Tasya, kontribusinya kepada negara seharusnya tidak berhenti setelah menyelesaikan masa bakti.

“Namun buatku, kontribusi kepada negeri tidak berhenti di masa bakti. Ini merupakan perjalanan dan komitmen seumur hidup untuk terus mencintai negeri, menghargai rakyat, dan membangun Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan,” tulisnya.

“Di zaman sekarang, aku rasa ada banyak cara dan kesempatan bagi kita untuk berkontribusi kepada negeri. Baik itu secara konvensional (seperti bekerja di kantor), maupun secara modern (seperti menjadi influencer yang bisa menggerakkan semangat hingga suatu aksi bisa menjadi policy, and vice versa. Siapa pun kita, memiliki tempat untuk berkontribusi, asal kita mengusahakannya. Termasuk kami, para Ibu Rumah Tangga,” lanjutnya.

Itulah isi curahan hati Tasya Kamila untuk menjawab pertanyaan publik terkait kontribusinya usai menerima beasiswa LPDP.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.