Ringkasan:
-
Tren perceraian saat tidur semakin populer di kalangan pasangan di Amerika Serikat.
-
Pasangan menemukan bahwa tidur terpisah dapat menghasilkan istirahat yang lebih baik, mengurangi ketegangan, dan hubungan yang lebih bahagia.
-
Faktor-faktor seperti mendengkur, jadwal tidur yang berbeda, kecemasan, dan ruang pribadi mendorong lebih banyak pasangan untuk tidur di ranjang terpisah.
Ranjang yang sama adalah tanda sederhana dari hubungan sehat yang telah digunakan selama beberapa generasi. Namun, saat ini, semakin banyak pasangan di Amerika Serikat yang menentang tradisi tersebut. Banyak dari mereka memilih untuk tidur di tempat tidur yang berbeda atau bahkan kamar yang berbeda, dan yang lebih mengejutkan, mereka menyatakan bahwa hal ini meningkatkan hubungan mereka. Kebiasaan ini juga disebut sebagai perceraian dalam tidur meskipun namanya tidak selalu akurat karena tidak menyiratkan sikap acuh tak acuh secara emosional. Sebaliknya pasangan mengklaim bahwa hal ini memungkinkan mereka untuk tidur lebih nyenyak, mengurangi ketegangan, dan bangun lebih bahagia satu sama lain. Dengan perubahan gaya hidup modern dan meningkatnya kesadaran akan kesehatan mengenai tidur, semakin banyak pasangan yang menyadari bahwa tidur terpisah justru membuat mereka semakin dekat.
Tren Perceraian Tidur yang Muncul
Beberapa tahun terakhir, pola tidur semakin sering dipisahkan. Menurut survei, sekitar sepertiga orang dewasa menunjukkan bahwa mereka jarang atau sering tidur di ruangan atau tempat tidur yang berbeda dari pasangannya.
Tidur Lebih Baik Akan Meningkatkan Hubungan
Salah satu penjelasan terbesar mengapa orang memilih tidur terpisah sebenarnya karena mereka tidur lebih nyenyak. Setiap kali seseorang mendapat istirahat yang cukup, dia menjadi kurang mudah tersinggung dan sabar terhadap pasangannya.
Mendengkur Adalah Masalah Penting Diantara Pasangan
Salah satu alasan paling umum mengapa pasangan berhenti tidur bersama adalah mendengkur. Pasangan mungkin akan kesulitan untuk tidur terus-menerus karena suara napas yang keras, sleep apnea, dan suara-suara bising yang terjadi di malam hari.
Jadwal Waktu Tidur yang Berbeda Menimbulkan Gesekan
Wajar jika banyak pasangan berbeda dalam hal jam internal mereka. Pagi hari disukai oleh salah satu pasangan, yang lain terus bekerja hingga larut malam, dan memiliki jadwal tidur yang sama bisa menjadi pengalaman yang membuat frustrasi.
Kecemasan dan Kekacauan Mengganggu Tidur
Ada yang bolak-balik, atau banyak bergerak di malam hari. Gerakan kecil apa pun akan membangunkan pasangan setiap saat dan membuatnya sulit tidur serta menjadi sangat frustrasi.
Ruang Pribadi Semakin Penting
Dunia hubungan masa kini lebih menghargai otonomi dan ruang. Tidur sendirian juga akan memungkinkan pasangan untuk berada dalam kondisi kehidupannya masing-masing dan tidak mengganggu satu sama lain.
Kebiasaan Malam Hari dan Teknologi adalah Faktor yang Menyumbang
Pasangan yang mencoba untuk tidur akan terganggu oleh penggunaan laptop, menonton TV, atau menggunakan ponsel di malam hari. Ini adalah masalah khas modern yang dapat diatasi dengan tempat tidur terpisah.
Pasangan Mengatakan Ini Meminimalkan Pertengkaran
Kurang tidur dapat menyebabkan individu menjadi emosional dan mudah bertengkar. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk di antara pasangan meningkatkan intensitas dan tingkat keparahan konflik, dan membuat penyelesaian konflik menjadi lebih sulit.





Comments are closed.