Ringkasan:
-
Meja berantakan, berbicara pada diri sendiri, suka tidur – kebiasaan yang mungkin menunjukkan pikiran yang sangat tajam.
-
Kekacauan dan ucapan yang diarahkan pada diri sendiri dapat meningkatkan kreativitas dan fokus, sementara bekerja hingga larut malam dapat meningkatkan hasil tes IQ.
-
Mencoret-coret, mencari kesendirian, pertanyaan tanpa akhir, dan kemalasan strategis – kebiasaan yang bisa menandakan kecerdasan tinggi.
Mayoritas orang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk meminta maaf atas keanehan mereka. Keadaan gelisah yang tidak berhenti. Meja, yang tampaknya merupakan sistem pengarsipan, hanya diketahui oleh pemiliknya. Dialah orang yang menemani dirinya sendiri di lorong toko kelontong tanpa rasa malu. Apa saja kebiasaan-kebiasaan itu, kesalahan apa yang pernah terjadi? Ilmu pengetahuan diam-diam menyatakan bahwa apa yang tampak sebagai perilaku paling aneh sebenarnya merupakan indikasi dari pikiran yang benar-benar tajam.
Meja Berantakan
Lingkungan kerja Anda yang berantakan bahkan bisa menjadi kabar baik bagi Anda. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti Kathleen Vohs menunjukkan bahwa partisipan yang berada di ruangan yang tidak teratur menerima ide-ide yang dinilai jauh lebih kreatif dibandingkan dengan partisipan yang berada di ruangan yang rapi. Kekacauan tampaknya menciptakan kesan pada otak bahwa aturan-aturan yang sudah ada mulai dilonggarkan, dan inilah saatnya pemikiran orisinal tampak berkembang dalam lingkungan alaminya.
Berbicara pada Diri Sendiri
Berbicara pada diri sendiri bukanlah kelemahan yang harus dirahasiakan; ini juga merupakan kekuatan berpikir yang pantas untuk dicoba. Para ilmuwan menemukan bahwa ucapan yang diarahkan pada diri sendiri membantu otak dalam mencapai tujuan yang terkristalisasi, menyaring gangguan, dan mempersempit fokus secara signifikan. Rekan kerja yang bergumam pada dirinya sendiri, mencoba memecahkan suatu masalah, tidak kehilangan akal – dia justru mempertajamnya.
Burung Hantu Malam
Penelitian selalu menunjukkan bahwa individu yang suka bekerja hingga larut malam dan melakukan pekerjaan terbaiknya pada dini hari cenderung mendapatkan hasil tes IQ yang lebih baik dibandingkan mereka yang bangun pagi. Jika keinginan Anda yang paling produktif muncul setelah tengah malam, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa Anda berada di perusahaan yang sangat baik dengan beberapa orang kreatif paling terkemuka dan terkenal dalam sejarah dunia.
Mencoret-coret secara Konstan
Penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa orang yang mencoret-coret mengingat lebih banyak informasi dibandingkan orang yang tidak mencoret-coret ketika mendengarkan ceramah. Apa yang tampak sebagai pengalih perhatian pada tampilan luar sebenarnya adalah otak yang menetapkan titik referensi visual terhadap informasi yang masuk. Di masa depan, ketika seseorang mengkritik sketsa margin Anda saat rapat, penelitian itu layak untuk diingatkan dengan pasti.
Mencari Kesendirian
Menyukai kesendirian di rumah dibandingkan kehidupan sosial yang sibuk bukanlah perilaku anti-sosial. Ditemukan bahwa individu dengan IQ tinggi memiliki kepuasan hidup yang lebih rendah karena waktu sosial mereka meningkat setiap minggunya, berbeda dengan rata-rata responden. Otak cerdas tampaknya memiliki koneksi yang membuat mereka menyelesaikan masalah sendirian, dan kesendirian membuat mereka merasa bahwa mereka benar-benar bekerja secara produktif dan tidak sendirian.
Melupakan Sesuatu
Gagal menemukan kunci, tidak mengingat alasan Anda memasuki sebuah ruangan, dan sebagainya, mungkin sebenarnya adalah kenyataan, yang merupakan kerja otak yang efisien. Penelitian menunjukkan bahwa umumnya individu yang cerdas akan melupakan hal-hal kecil karena keefektifan otaknya dalam menolak hal-hal yang tidak penting di dalam otaknya dibandingkan dengan pikiran dan berbagai masalah yang sebenarnya menjadi perhatian terbesarnya.
Pertanyaan Tanpa Akhir
Individu yang cerdas menyusun opini, bukan pernyataan. Individu yang selalu bertanya pada dirinya sendiri mengapa sesuatu melakukan apa yang mereka lakukan belum tentu sulit; mereka hanya sekedar memiliki keingintahuan intelektual, yang mana penelitian yang telah dilakukan dalam hal ini menunjukkan adanya korelasi yang signifikan dengan peningkatan bakat mental serta keterampilan pemecahan masalah dalam jangka panjang dalam berbagai disiplin ilmu dan domain kehidupan sehari-hari.
Lubang Kelinci
Minggu ini, peternakan lebah di dalam kota, sejarah jazz yang kabur berikutnya, atau gaya desain tahun 1970-an. Penyelaman yang tidak tercatat ke dalam isu-isu yang menjadi perhatian khusus ini mungkin tampak sewenang-wenang di permukaan, namun literatur ilmiah menghubungkan keingintahuan intelektual dan transparansi dengan kemampuan kognitif yang lebih besar. Salah satu kebiasaan terkuat yang cenderung dilakukan oleh pikiran yang tajam adalah persiapan perpustakaan mental yang aneh.
Kemalasan Strategis
Orang-orang yang cukup cerdas mungkin terlihat lebih malas, namun sebenarnya mereka bersikap taktis – mereka membuat daftar periksa, menetapkan tugas-tugas kecil untuk di-auto-pilot, menumpuk tugas bersama-sama, dan mengatakan izin rapat yang seharusnya mereka kirimkan melalui email. Kemampuan untuk mengetahui kapan harus benar-benar menyia-nyiakan energi mental itu sendiri merupakan jenis kecerdasan yang sangat canggih dan lebih dari sekadar diremehkan.




Comments are closed.