Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Pegiat Lingkungan Waswas Satgas Pembiayaan Taman Nasional Bahayakan Kawasan Konservasi

Pegiat Lingkungan Waswas Satgas Pembiayaan Taman Nasional Bahayakan Kawasan Konservasi

pegiat-lingkungan-waswas-satgas-pembiayaan-taman-nasional-bahayakan-kawasan-konservasi
Pegiat Lingkungan Waswas Satgas Pembiayaan Taman Nasional Bahayakan Kawasan Konservasi
service

Berbagai kalangan organisasi masyarakat sipil mengkritik keras soal pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional dan penunjukan Hasim Djojohadikusumo, yang notabene adik Presiden Prabowo Subianto, sebagai ketuanya. Mereka khawaitr, target satgas yang  berorientasi keuntungan dan ekonomi berisiko mengabaikan perlindungan kawasan konservasi. Hashim Djojohadikusumo bergerak dengan wakil Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, dan Mari Elka Pangestu selaku anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Raja terang-terangan menyebut pemerintah ingin menjadikan taman nasional profit center atau pusat keuntungan, salah satunya lewat eco-tourism. Satgas, katanya, terbuka juga untuk sektor privat dengan dalih akan tetap memerhatikan aspek keberlanjutan. Keuntungan itu akan menjadi sumber pendanaan bagi taman nasional. Pemerintah ingin seluruh taman nasional di Indonesia bisa berkelas dunia. “Hutannya terjaga, hutannya lestari, tetapi saat bersamaan satwa yang menjadi kebanggaan kita, menjadi kekayaan negeri ini, juga dapat dijaga dengan baik,” katanya  di laman Antara. Arie Rompas, Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, mengatakan, pengelolaan TN sebenarnya sudah memiliki institusi sendiri, seperti Balai Taman Nasional dan unit-unit khusus di bawah kementerian yang fokus pada tujuan konservasi. Karena itu, pembentukan satgas baru,  menunjukkan orientasi yang berbeda. Dia khawatir pembentukan satgas ini justru untuk mengkomodifikasi alam dan menempatkan kepentingan ekonomi di atas perlindungan lingkungan. Taman nasional, katanya, bisa jadi sasaran baru eksploitasi alam, menyusul apa yang terjadi di kawasan hutan produksi, hutan lindung, dan kawasan hutan lain. “Artinya semua pengelolaan-pengelolaan taman nasional diorientasikan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya,” ucapnya. Rio, sapaan akrabnya, bilang, pemerintah memiliki opsi lain untuk mencari pendanaan bagi perlindungan kawasan konservasi. Salah satunya, dengan menagih biaya pemulihan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.