Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kepulauan Riau (Kepri) melonjak tajam dibanding tahun lalu. Bahkan, hanya dalam kurun Januari-Maret, luas karhutla mencapai 4.167,2 hektar lebih. Ironisnya, sebagian besar karhutla yang terjadi karena unsur kesengajaan. Darson, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri katakan, hampir 95% karhutla di wilayahnya karena unsur kesengajaan. “Paling sekitar 5% dipicu pembakaran sampah hingga puntung rokok,” katanya, mengutip Keprionline.co.id, Jumat(1/5/26). Menurut Darson, dugaan itu terungkap dari rapat bersama tujuh pemerintah kabupaten/kota se-Kepri, belum lama ini. Sayangnya, kendati kuat dugaan karena disengaja, sejauh ini mereka masih kesulitan mengungkap para pelakunya. Pelaku, kata Darson, menjalankan aksi secara sembunyi-sembunyi dan memilih lokasi yang jauh dari pantauan. “Kalau pelaku ditemukan, tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya. Dia bilang, berdasarkan data yang masuk ke BPBD, lokasi karhutla tersebar di sejumlah titik. Meliputi, Tanjungpinang 121 titik, Bintan (351), Karimun (153), Anambas (3), Natuna (32), Batam (63), dan Lingga 45 titik. Area hutan di Rempang yang meranggas usai terbakar. Foto: Yogi Eka Sahputra/Mongabay Indonesia. Di Batam, salah satu lokasi karhutla kampung Sembulang Hulu, Pulau Rempang, lokasi yang menjadi titik konflik proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City (REC). Jejak karhutla pun tampak di sepanjang jalan yang menghanguskan hutan dan semak belukar dalam kawasan. Seorang warga menyebut, karhutla yang terjadi cukup parah hingga berlangsung dalam beberapa hari. “Lahan ini terbakar sudah sejak sebelum lebaran lalu sampai satu minggu setelah lebaran,” katanya kepada Mongabay. Api baru padam setelah hujan mengguyur wilayah setempat. Warga menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.…This article was originally published on Mongabay
Ketika Karhutla di Kepri Melonjak Tajam
Ketika Karhutla di Kepri Melonjak Tajam





Comments are closed.