KABARBURSA.COM — PT Bank BCA Syariah mencatat kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Pertumbuhan aset, pembiayaan, hingga laba bersih bergerak naik, ditopang oleh peningkatan dana masyarakat dan ekspansi pembiayaan yang tetap dijaga kualitasnya.
Perseroan mencatat total aset tumbuh 15,4 persen secara tahunan menjadi Rp19,2 triliun. Laba bersih juga naik dengan persentase yang sama menjadi Rp212 miliar.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menyebut pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus menguat terhadap layanan perbankan syariah.
“BCA Syariah pada tahun 2025 tumbuh solid dan berkelanjutan yang tercermin, antara lain dari peningkatan total asset. Pertumbuhan didukung dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan yang berkualitas. Ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat,” ujar Yuli, dikutip dari laman bcasyariah.co.id, Rabu, 25 Maret 2026.
Dari sisi intermediasi, pembiayaan tumbuh lebih tinggi dibanding aset. Sepanjang 2025, pembiayaan meningkat 23,1 persen menjadi Rp13,2 triliun. Penyaluran ini difokuskan pada sektor produktif, baik komersial maupun konsumer seperti pembiayaan rumah dan emas.
Perseroan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam ekspansi tersebut. Hal ini tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau NPF gross yang berada di level 1,57 persen, relatif rendah di tengah ekspansi yang agresif.
Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga juga mencatat pertumbuhan solid. DPK naik 17,1 persen menjadi Rp15,4 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan dana murah atau CASA yang melonjak 25,7 persen hingga mencapai Rp6,3 triliun.
Di sisi lain, perubahan perilaku nasabah ke arah digital turut menjadi fokus pengembangan perseroan. BCA Syariah memperkuat layanan elektronik melalui pengayaan fitur pada mobile banking BSya dan internet banking BIQ.
Sejumlah fitur baru ditambahkan, mulai dari pembiayaan emas, deposito digital, QRIS, setor tunai tanpa kartu, hingga layanan keagamaan seperti kurban dan zakat. Untuk segmen bisnis, layanan BIQ dilengkapi dengan dashboard keuangan dan integrasi sistem transaksi.
“Digitalisasi untuk menjadi semakin dekat dengan nasabah, serta mengembangkan fitur-fitur yang meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses layanan perbankan syariah, termasuk menjaga kinerja dan kemampuan sistem ITnya, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap prinsip syariah,” jelas Yuli.
Tak hanya fokus pada bisnis, BCA Syariah juga melanjutkan program pemberdayaan UMKM. Melalui program WEpreneur, perseroan memberikan pelatihan intensif kepada pelaku usaha, khususnya perempuan. Sepanjang 2025, program ini menjangkau lebih dari 3.000 peserta melalui pelatihan dan pendampingan.
Ke depan, BCA Syariah berencana memperkuat struktur pendanaan dan menjaga kualitas pembiayaan, sekaligus terus mengembangkan layanan digital yang sesuai kebutuhan nasabah. Upaya ini diharapkan dapat mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah yang lebih luas di Indonesia.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.