Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Bisa Hampir Sebulan! Wisatawan dari Negara Ini Ternyata Paling Betah di Indonesia

Bisa Hampir Sebulan! Wisatawan dari Negara Ini Ternyata Paling Betah di Indonesia

bisa-hampir-sebulan!-wisatawan-dari-negara-ini-ternyata-paling-betah-di-indonesia
Bisa Hampir Sebulan! Wisatawan dari Negara Ini Ternyata Paling Betah di Indonesia
service

Bisa Hampir Sebulan! Wisatawan dari Negara Ini Ternyata Paling Betah di Indonesia


Berbicara soal pariwisata, jumlah kunjungan memang penting, namun durasi tinggal (length of stay) adalah salah satu kunci perputaran ekonomi yang lebih dalam.

Bila Kawan menengok dara dari Badan Pusat Staitstik di 2024, ada fakta yang menarik.

Wisatawan yang berasal dari negara tetangga justru paling singkat masa kunjungannya, sementara turis dari belahan bumi utara justru paling malas untuk pulang.

Secara rata-rata, wisatawan mancanegara (wisman) menghabiskan waktu sekitar 7,60 hari saat berkunjung ke Indonesia.

Angka ini pun menunjukkan keberagaman pola perjalanan, mulai dari kunjungan bisnis singkat hingga petualangan panjang melintasi pulau-pulau di Nusantara.

Rusia dan Tiongkok: Rekor Masa Tinggal Terlama

Jika ada penghargaan untuk turis yang paling betah, Rusia adalah juaranya.

Wisatawan asal Rusia mencatatkan rata-rata lama tinggal hingga 28,78 hari, hampir sebulan penuh!

Jarak geografis yang jauh serta preferensi mereka terhadap destinasi tropis seperti Bali saat musim dingin di negaranya menjadi alasan kuat di balik durasi panjang ini.

Menyusul Rusia, wisatawan asal Pakistan dan Republik Rakyat Tiongkok juga menunjukkan kecenderungan tinggal yang lama, masing-masing rata-rata 18,72 hari dan 18,20 hari.

Bagi mereka, Indonesia adalah tempat untuk benar-benar menetap sementara, baik untuk keperluan wisata budaya maupun urusan lainnya.

Kontras dengan Wisatawan Negara Tetangga

Kondisi berbeda terlihat pada wisatawan dari negara-negara ASEAN.

Singapura, yang secara volume sering menjadi penyumbang turis terbesar, justru mencatatkan durasi tinggal paling singkat, yaitu hanya 3,07 hari. Disusul oleh Malaysia dengan 3,29 hari dan Filipina 3,57 hari.

Hal ini sangat wajar mengingat kedekatan geografis yang memungkinkan mereka melakukan perjalanan jangka pendek atau weekend gateway.

Bagi turis Singapura atau Malaysia, ibaratnya berkunjung ke Indonesia semudah melakukan perjalanan antar kota, sehingga frekuensi kunjungannya tinggi meski durasinya singkat.

Bagiamana dengan Wisatawan Eropa dan Amerika?

Wisatawan dari Eropa seperti Jerman (16,65 hari), Perancis (16,49 hari), dan Belanda (6,98 hari) memberikan kontribusi yang stabil pada sektor akomodasi. Sementara turis dari Amerika Serikat rata-rata tinggal selama 7,76 hari.

Durasi tinggal yang panjang dari turis Eropa ini umumnya didorong oleh pola slow travel, di mana mereka cenderung mengeksplorasi lebih dari satu destinasi, misalnya menggabungkan Jakarta, Yogyakarta, hingga Bali dalam satu rangkaian perjalanan.

Lama tinggal seorang wisatawan berbanding lurus dengan jumlah uang yang mereka belanjakan untuk hotel, transportasi lokal, hingga kuliner UMKM.

Semakin lama mereka menetap, semakin besar dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah tujuan wisata.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.