Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Melihat Sosok Na Willa & Farida yang Asli, Orangnya Betulan Ada!

Melihat Sosok Na Willa & Farida yang Asli, Orangnya Betulan Ada!

melihat-sosok-na-willa-&-farida-yang-asli,-orangnya-betulan-ada!
Melihat Sosok Na Willa & Farida yang Asli, Orangnya Betulan Ada!
service

2 April 2026 22.54 WIB • 2 menit

Melihat Sosok Na Willa & Farida yang Asli, Orangnya Betulan Ada!


Film Na Willa bukan sekadar fiksi. Kisahnya diangkat dari kisah nyata, demikian pula karakter-karakternya.

Cerita Na Willa memang ditulis berdasarkan pengalaman hidup penulisnya, Reda Gaudiamo, saat menjalani masa kecil di Surabaya tahun 1960-an. Karena itulah, bisa dibilang karakter Na Willa sebetulnya adalah Reda sendiri.

Reda menulis buku Na Willa yang pertama kali diterbitkan pada 2012. Buku itu kemudian diadaptasi menjadi film berjudul sama yang terbit pada 2026 ini. Isinya adalah lika-liku keseharian seorang gadis cilik yang tinggal di Krembangan, Surabaya, bersama keluarga dan teman-temannya.

Selain Na Willa atau yang juga kerap disapa Willa sebagai karakter utamanya, ada pula sejumlah teman-temannya yang juga senantiasa mewarnai cerita. Mereka adalah Dul, Bud, dan Farida.

Seperti karakter Na Willa, teman-temannya pun bukan tokoh fiktif biasa, melainkan sosoknya benar-benar ada dan pernah membersamai Reda di masa kecilnya. Karena itu pula, bisa jadi penonton Na Willa pun bakal penasaran seperti apa sebenarnya sosok asli mereka.

Sosok Na Willa & Farida yang Asli.

“Apakah ini cerita saya? Latar belakangnya iya, setting-nya iya, tokoh-tokohnya juga ada semua di dalam kehidupan saya. Ada Farida, ada Dul, ada Bud, mereka adalah teman-teman kecil saya,” kata Reda.

Sementara sudah banyak yang tahu bahwa Na Willa sejatinya adalah Reda, baru-baru ini sosok asli Farida juga terungkap. Ia bahkan hadir di bioskop untuk menonton Na Willa.

Itu terjadi di Tunjungan Plaza 1 XXI, Surabaya pada Selasa (31/3/2026). Yang lebih mengharukan, ternyata itu juga adalah pertemuan Reda dan Farida untuk yang pertama kalinya setelah mereka terpisah selama lebih dari 60 tahun.

Ya, siapa sangka dua sahabat kecil ini bisa duduk berdampingan di bioskop untuk menyaksikan potongan-potongan memori masa kecil mereka yang kini terekam dalam film. Dalam beberapa adegan, mata Farida bahkan sampai berkaca-kaca. Salah satunya ketika Willa ingin ikut mengaji bersama Farida.

Sebagaimana diketahui, karakter Willa diperankan oleh Luisa Adreena, sementara Farida diperankan oleh Freya Mikhayla. Tentu saja, sosok Farida dalam film yang tergambar sebagai anak yang ceria dan tidak bisa mengucap huruf ‘R’ jauh berbeda dengan aslinya saat ini. Farida telah bertransformasi menjadi seorang ibu yang kenyang akan asam garam kehidupan.

Farida memang tidak bisa menyembunyikan rasa harunya saat menonton Na Willa. Tak hanya tampak dari ekspresi wajahnya, ia pun mengakuinya sendiri.

Sosok Na Willa & Farida yang Asli.

“Nontonnya ikut terharu. Pas nonton itu, kok Faridanya mirip sekali sama saya pas kecil ya. Apalagi saat adegan mengaji dan salat. Si Linda, nama kecil Reda Gaudiamo, ambil sprei, aduh, terharu sekali nontonnya, tidak bisa berkata-kata,” kenang Farida.

Tak hanya menonton Na Willa bersama, Reda juga mengunjungi rumah Farida untuk melepas rindu di Krembangan. Kampung yang penuh cerita itu memang sudah banyak berubah, namun kenangannya tetap tidak lekang oleh waktu. Apalagi, Farida pun masih tinggal di sana.

“Masa kecil saya di Surabaya, dan itu menjadi setting cerita Na Willa. Tumbuh di Surabaya dengan berbagai macam teman dan tetangga dari berbagai ras, dan itu menjadi bagian penting dari cerita ini,” ujar Reda Gaudiamo.

Kedatangan Reda ke rumah Farida sekaligus menunaikan janji yang pernah diutarakannya. Dengan terbayarkannya janji itulah tali persahabatannya dengan Farida tersambung lagi.

“Saya dulu berjanji mau pulang cepat, segera pulang. Tapi saya ternyata tidak pernah pulang, namun janjinya sekarang sudah terpenuhi, meskipun di saat kami sudah sama-sama tua,” kenang Reda.

“Dulu bilangnya sebentar, eh hampir 66 tahun baru ketemu lagi. Dia bilangnya sebentar. Jangan ditinggalin lagi ya sekarang,” kata Farida.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.