Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Lupakan Beton dan Kayu Dulu, Material Karet Ini Janjikan Perlintasan Kereta yang Lebih Aman

Lupakan Beton dan Kayu Dulu, Material Karet Ini Janjikan Perlintasan Kereta yang Lebih Aman

lupakan-beton-dan-kayu-dulu,-material-karet-ini-janjikan-perlintasan-kereta-yang-lebih-aman
Lupakan Beton dan Kayu Dulu, Material Karet Ini Janjikan Perlintasan Kereta yang Lebih Aman
service

14 Mei 2026 12.00 WIB • 2 menit

Lupakan Beton dan Kayu Dulu, Material Karet Ini Janjikan Perlintasan Kereta yang Lebih Aman


Perlintasan sebidang di Indonesia selama ini masih mengandalkan material konvensional seperti kayu, beton, atau baja.

Sayangnya, material tersebut memiliki keterbatasan sifat mekanik saat menghadapi beban dinamis yang besar dari kereta api dan kendaraan bermotor secara berulang. Akibatnya, perlintasan sering mengalami pergeseran posisi serta getaran tinggi yang merusak infrastruktur di sepanjang rel.

Peneliti Ahli Madya BRIN, Ade Sholeh Hidayat, menjelaskan bahwa getaran di sepanjang rel merupakan konsekuensi logis dari beban berat kereta. Penggunaan aspal atau beton sering kali berujung pada munculnya retak mikro (micro crack) yang lama-kelamaan menjadi kerusakan fatal.

Ketika terjadi pergeseran, muncul perbedaan tinggi di area perlintasan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan raya.

Langkah ini bertujuan menghadirkan infrastruktur yang lebih stabil melalui pengembangan Rubber Crossing Plate (RCP).

Berbeda dengan beton yang kaku, RCP dirancang agar mampu menyesuaikan bentuk saat menerima beban dan mendistribusikan getaran secara merata. Dengan begitu, transisi kendaraan saat melewati rel menjadi jauh lebih mulus dan meminimalkan risiko selip.

Keunggulan Karet Alam Tervulkanisasi

Material RCP yang dikembangkan BRIN berbasis karet alam tervulkanisasi yang memiliki kapasitas redaman (damping absorption) sangat tinggi.

Karet memiliki sifat elastisitas yang tidak dimiliki material lain; ia mampu mengalami deformasi sementara saat ditekan beban jutaan siklus dan kembali ke bentuk semula tanpa kehilangan kekuatan mekaniknya.

Dari sisi ketahanan, karet alam jauh lebih unggul dalam menghadapi kelelahan material (fatigue). Material ini tidak hanya mampu menyerap vibrasi kendaraan, tetapi juga berfungsi sebagai komponen anti-selip.

Karakteristik ini memastikan kendaraan yang melintas di atas rel tetap memiliki cengkraman yang baik, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem sekalipun.

Pemanfaatan karet alam dalam negeri dalam inovasi ini juga akan memberikan dampak ekonomi bagi industri nasional. Dari bahan baku lokal, ketergantungan pada komponen impor untuk infrastruktur transportasi dapat ditekan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para petani karet di Indonesia.

Banyak Keunggulan, Tapi Ada Tantangan

Keunggulan lain dari teknologi RCP terletak pada kemudahan pemeliharaan. Sistem yang digunakan adalah modular, sehingga pemasangan atau penggantian komponen dapat dilakukan per modul dengan cepat.

Berbeda dengan material beton yang membutuhkan waktu pengeringan lama dan sering menghambat arus lalu lintas, RCP bisa langsung dilintasi segera setelah dipasang di area rel.

Namun, implementasi teknologi ini masih menghadapi tantangan pada sisi biaya investasi awal. Harga pemasangan RCP memang tercatat lebih mahal dibandingkan dengan aspal atau beton biasa.

Ade menekankan bahwa riset ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemangku kepentingan yang berani berinvestasi pada kualitas infrastruktur jangka panjang demi menekan angka kecelakaan.

Saat ini, riset RCP telah memasuki tahap akhir dan sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Inovasi ini diharapkan segera diterapkan secara masif oleh operator transportasi untuk mengubah titik-titik rawan perlintasan menjadi area yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi semua pengguna jalan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.